OMI 2026: JALAN EMAS BAGI MURID MADRASAH UNTUK JADI JUARA SAINS DAN RISET TINGKAT NASIONAL

Kabar Resmi Kemenag • Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

OMI 2026: JALAN EMAS BAGI MURID MADRASAH UNTUK JADI JUARA SAINS DAN RISET TINGKAT NASIONAL

Membedah Tuntas Petunjuk Teknis Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026: Peluang Emas yang Wajib Direbut Setiap Murid Berprestasi

Bagi setiap murid madrasah yang memendam mimpi besar di bidang sains dan riset, sebuah jalan emas kini terbentang lebar. Melalui surat resmi bernomor B-152/-/Dt.I.I/HM.01/08/2026 tertanggal 19 Agustus 2026, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi menyampaikan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026. Bagi ekosistem pendidikan madrasah, surat ini bukan sekadar surat edaran biasa, tapi undangan resmi bagi seluruh murid untuk membuktikan diri, melangkah dari bangku kelas hingga menuju panggung juara tingkat nasional.

Keputusan tersebut ditetapkan langsung di Jakarta pada 18 Agustus 2026 dan ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Suyitno. Yang membuat jalan ini pantas disebut jalan emas bukan hanya karena hadiah dan medalinya, melainkan karena sistemnya yang terbuka dan berjenjang: setiap murid, dari madrasah sekecil apa pun lokasinya, punya kesempatan yang sama untuk merangkak naik dari tingkat satuan pendidikan hingga level nasional, asalkan mau berjuang dan berlatih sungguh-sungguh. Mari kita telusuri jalan emas ini langkah demi langkah.

Bekal Awal di Jalan Emas: Tema Islam, Sains, dan Ekoteologi

OMI Tahun 2026 mengusung tema "Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju." Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata indah, tapi menegaskan arah baru pengembangan sains di madrasah, yang tidak berhenti pada prestasi akademik semata, melainkan diarahkan untuk melahirkan inovator muda yang mampu memadukan nilai-nilai Islam, penguasaan sains, dan perspektif ekoteologi dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa.

Semangat tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional, yang mengamanatkan pembinaan talenta secara terintegrasi mulai dari identifikasi hingga akselerasi. Bagi madrasah, OMI menjadi momentum emas untuk memperkuat ekosistem sains, riset, dan inovasi berbasis nilai-nilai keislaman dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta.

Dua Arena Kompetisi: Bidang Sains dan Bidang Riset

OMI 2026 terbagi menjadi dua cabang besar yang masing-masing memiliki karakter dan mekanisme berbeda.

Pertama, Bidang Sains. Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Sekolah Dasar (SD) sederajat, murid berkompetisi pada Matematika Terintegrasi dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) Terintegrasi. Jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs)/Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat memperlombakan Matematika Terintegrasi, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Terintegrasi, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terintegrasi. Sementara jenjang Madrasah Aliyah (MA)/Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat memiliki cakupan paling luas, yakni Matematika Terintegrasi, Biologi Terintegrasi, Fisika Terintegrasi, Kimia Terintegrasi, Ekonomi Terintegrasi, dan Geografi Terintegrasi.

Kedua, Bidang Riset, yang khusus diperuntukkan bagi jenjang MTs dan MA, dengan tiga ruang lingkup pilihan: Ekoteologi (Integrasi Keislaman dan Keilmuan), Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional. Bidang riset ini menuntut murid tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu merancang proposal, melaksanakan riset dengan pendampingan pembimbing, hingga mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri.

Menapaki Jalan Emas: Tahapan Seleksi dari Kelas hingga Panggung Nasional

Yang membuat OMI 2026 terasa begitu megah adalah alur seleksinya yang berjenjang dan terstruktur rapi. Perjalanan dimulai dari sosialisasi pada 21 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi tingkat Satuan Pendidikan pada 22–26 Agustus 2026. Setiap madrasah wajib memilih tiga murid terbaik di setiap bidang studi untuk maju ke jenjang berikutnya.

Setelah itu, kompetisi berlanjut ke tingkat Kabupaten/Kota dengan pendaftaran pada 27 Agustus hingga 2 September 2026, uji coba pada 4–5 September, pelaksanaan pada 7–8 September, dan pengumuman pada 12 September 2026 melalui portal resmi omi.kemenag.go.id. Tiga murid terbaik dari setiap kabupaten/kota kemudian bertarung di tingkat Provinsi pada 5–6 Oktober 2026, dengan pengumuman hasil pada 10 Oktober 2026.

Puncaknya adalah OMI Nasional, yang akan berlangsung mulai kedatangan peserta pada 8 November, technical meeting dan pembukaan pada 9 November, pelaksanaan pada 10–11 November, hingga pengumuman dan penutupan pada 12 November 2026. Pada tahap final ini, peserta yang berhak tampil adalah satu wakil terbaik dari setiap provinsi ditambah sepuluh peserta terbaik nasional untuk setiap bidang studi, dengan bentuk tes berupa isian singkat dan esai, bahkan disertai sesi eksplorasi dan eksperimen langsung.

Sementara itu, jalur Bidang Riset memiliki linimasa tersendiri yang lebih panjang, dimulai dari unggah proposal riset pada 22 Agustus–2 September 2026, penilaian proposal, presentasi proposal, masa pembimbingan dan pelaksanaan riset yang berlangsung hingga 20 Oktober 2026, presentasi hasil riset, hingga puncaknya berupa Final dan Expo yang digelar bersamaan dengan OMI Nasional pada 10–12 November 2026.

Tiket Masuk Jalan Emas: Siapa yang Berhak Ikut Serta?

Untuk Bidang Sains, syaratnya adalah berkewarganegaraan Indonesia, terdaftar aktif dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) di madrasah/sekolah, duduk di kelas V atau VI, VII, VIII atau IX, ataupun X, XI atau XII pada Tahun Ajaran 2026/2027, dan hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi saja. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan berujung pada diskualifikasi otomatis oleh sistem.

Sementara untuk Bidang Riset, pesertanya adalah murid MTs kelas VII dan VIII, serta MA kelas X dan XI, yang belum pernah menjadi Juara I OMI pada bidang dan jenjang yang sama sebelumnya. Peserta boleh perorangan atau berkelompok maksimal tiga orang dari madrasah yang sama, didampingi maksimal dua pembimbing yang tugasnya sebatas mentor dan konsultan, bukan mendikte atau mengintervensi hasil riset murid. Setiap madrasah dibatasi maksimal lima proposal untuk setiap ruang lingkup riset, dan proposal yang terbukti plagiasi akan berbuah sanksi tegas berupa larangan mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun berturut-turut bagi madrasah asal peserta.

Buah Manis di Ujung Jalan Emas: Hujan Medali dan Penghargaan

Semangat berkompetisi tentu akan semakin membara ketika mengetahui jumlah penghargaan yang disiapkan. Untuk Bidang Sains, jenjang MI menyediakan total 60 medali, jenjang MTs 90 medali, dan jenjang MA yang paling banyak dengan 180 medali, mencakup kategori emas untuk peringkat 1 sampai 5, perak untuk peringkat 6 sampai 15, dan perunggu untuk peringkat 16 sampai 30 di setiap bidang studi.

Adapun Bidang Riset menyediakan medali emas, perak, dan perunggu untuk setiap ruang lingkup baik di jenjang MTs maupun MA, ditambah penghargaan khusus berupa Presentasi Terbaik, Poster Terbaik, dan Expo Terbaik di masing-masing jenjang. Seluruh keputusan juara ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam dan bersifat final, mutlak, serta tidak dapat diganggu gugat.

Jangan Sampai Jalan Emas Ini Terlewat

Melihat linimasa yang sudah dimulai sejak 21 Agustus 2026, waktu persiapan sesungguhnya sangat mepet. Setiap murid yang ingin menapaki jalan emas ini perlu segera bergerak: bertanya kepada guru mata pelajaran, memastikan namanya masuk seleksi tingkat satuan pendidikan, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum jadwal pendaftaran ke tingkat kabupaten/kota ditutup pada 2 September 2026. Kepala madrasah, guru, dan operator/proktor di setiap satuan pendidikan juga memegang peran penting sebagai penunjuk arah pertama di jalan emas ini.

Bagi murid yang tertarik menempuh jalur riset, ini adalah saat yang tepat untuk mulai memikirkan ide dan gagasan orisinal, terutama yang menyentuh isu ekoteologi, pengentasan kemiskinan, kesehatan mental, atau transformasi digital berbasis kecerdasan buatan. Ingat, fokus penilaian laporan riset bukan semata pada hasil akhir, melainkan pada proses berpikir ilmiah yang dijalani peserta sepanjang perjalanan itu sendiri.

OMI 2026 sejatinya adalah jalan emas yang terbuka bagi siapa saja: bukan hanya bagi mereka yang sudah percaya diri berprestasi, tetapi juga bagi murid biasa yang berani mencoba. Setiap tahapan seleksi adalah anak tangga menuju panggung nasional, dan setiap murid madrasah punya hak yang sama untuk menapakinya. Selamat menempuh jalan emas ini, para murid madrasah hebat se-Indonesia!

Sumber: Surat Dirjen Pendidikan Islam Nomor B-152/-/Dt.I.I/HM.01/08/2026 dan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6843 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia Tahun 2026.

Posting Komentar untuk "OMI 2026: JALAN EMAS BAGI MURID MADRASAH UNTUK JADI JUARA SAINS DAN RISET TINGKAT NASIONAL"