NAELA FAZA FARIHA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI BOLA DANDELIN DI UNY, RISET FRAKTAL DI UGM, HINGGA DOSEN DI UMBY
NAELA FAZA FARIHA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI BOLA DANDELIN DI UNY, RISET FRAKTAL DI UGM, HINGGA DOSEN DI UMBYAda sebuah benang merah yang jarang disadari dalam perjalanan akademik seseorang: sebuah topik skripsi yang ditekuni di jenjang sarjana ternyata dapat menjadi titik pijak bagi kajian yang jauh lebih kompleks di jenjang magister, dan pada akhirnya menjadi bekal untuk berdiri di depan kelas sebagai pengajar/dosen. Itulah yang terjadi pada NAELA FAZA FARIHA, alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga yang menempuh pendidikan di madrasah ini pada rentang tahun 2008 hingga 2011. Dari geometri bola Dandelin yang ia telaah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), perjalanan keilmuannya melangkah lebih jauh hingga menembus riset geometri fraktal di Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga akhirnya ia kini menjabat sebagai Dosen Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY). Kisah Naela adalah potret nyata bahwa fondasi yang dibangun di masa madrasah tsanawiyah bukanlah sesuatu yang berhenti begitu ijazah diterima, tapi titik awal dari lintasan panjang yang jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, dapat membawa seorang murid madrasah menembus dunia akademik matematika tingkat lanjut, mulai dari geometri ruang klasik, riset geometri fraktal yang kontemporer, hingga akhirnya menjadi seorang akademisi yang mendidik generasi calon guru matematika di perguruan tinggi. Dari Madrasah Tsanawiyah Negeri Salatiga Menuju Madrasah Aliyah Negeri 1 SurakartaSetelah menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri Salatiga pada tahun 2011, Naela melanjutkan jenjang pendidikan menengah atas di Mandrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, tepatnya pada jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang ditempuhnya dari tahun 2011 hingga 2014. Pemilihan jurusan IPA tersebut kelak menjadi jembatan penting yang mengantarkannya pada dunia sains dan matematika yang lebih serius di jenjang perguruan tinggi. Bagi murid-murid MTs Negeri Salatiga, jejak ini menunjukkan bahwa arah studi lanjutan pascamadrasah tsanawiyah sesungguhnya dapat dirancang sejak dini, selaras dengan minat dan kekuatan akademik masing-masing. Menaklukkan Irisan Kerucut dan Bola Dandelin di Universitas Negeri YogyakartaLulus dari jenjang pendidikan menengah atas, Naela melangkah lebih jauh dengan menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Yogyakarta, program studi Matematika, dari Agustus 2014 hingga April 2018. Pada jenjang ini, ia menuntaskan studinya dengan menulis skripsi berjudul "Irisan Kerucut dengan Bola Dandelin", sebuah topik yang berakar pada geometri analitik dan menuntut ketelitian tinggi dalam memahami hubungan antara bidang datar, kerucut, dan bola dalam ruang tiga dimensi. Topik irisan kerucut dan bola Dandelin tersebut bukanlah topik yang ringan. Topik tersebut menuntut penguasaan konsep geometri ruang yang matang, sekaligus kemampuan visualisasi matematis yang kuat. Minat Naela terhadap tema ini pun tidak berhenti di skripsi semata, sebab kelak ia kembali mengangkat topik serupa dalam forum ilmiah internasional, yakni dengan karya berjudul "Construction of Dandelin Sphere on Definition of Conics using GeoGebra Classic 5", yang dipresentasikan pada International Seminar on Innovation in Mathematics and Mathematics Education (ISIMMED) II. Bola Dandelin sejatinya adalah objek geometri yang lahir dari pemikiran matematis klasik, digunakan untuk membuktikan sifat-sifat irisan kerucut secara elegan. Namun bagi Naela, ketekunannya pada geometri ruang semacam ini rupanya menjadi bekal penting yang kelak mengantarkannya pada kajian geometri yang jauh lebih kompleks dan kontemporer, yakni geometri fraktal, ketika ia melanjutkan studi ke jenjang magister. Dari Geometri Ruang Klasik Menuju Riset Fraktal di Universitas Gadjah MadaPerjalanan akademik Naela berlanjut ke jenjang Magister di Universitas Gadjah Mada, program studi Magister Matematika dengan peminatan Matematika Terapan, yang ditempuh dari Agustus 2018 hingga Agustus 2021. Pada jenjang ini, ia menulis tesis dengan judul "Bidang Interpolasi Fraktal yang diturunkan dari Sistem Fungsi Iterasi serta Program Aplikasinya", sebuah kajian yang memadukan teori sistem fungsi iterasi dengan geometri fraktal, lengkap dengan pengembangan program aplikasinya. Geometri fraktal sendiri merupakan salah satu cabang matematika yang menuntut kemampuan berpikir abstrak sekaligus keterampilan komputasi yang tidak sederhana. Ketertarikan Naela pada bidang ini kemudian berkembang menjadi beberapa kajian penelitian lanjutan, di antaranya "Pemodelan Geometri Fraktal dalam Analisis dan Prediksi Pola Iklim Ekstrem" serta "Penerapan Analisis Fraktal Self-Similarity dalam Prediksi Harga Saham". Kedua karya tersebut menunjukkan bagaimana sebuah cabang ilmu matematika yang tampak murni teoretis dapat ditarik ke ranah aplikasi nyata, mulai dari isu perubahan iklim hingga dinamika pasar keuangan. Jejak Karier: Dari Tentor Matematika hingga Berlabuh sebagai Dosen di Universitas Mercu Buana YogyakartaPerjalanan karier Naela di bidang matematika tidak dibangun dalam semalam. Sejak tahun 2017 hingga 2023, ia telah lebih dahulu mengasah kemampuannya sebagai Tentor Matematika, sebuah pengalaman panjang selama enam tahun yang tentu menempanya dalam hal komunikasi konsep matematika kepada berbagai kalangan murid. Pada tahun 2023, ia juga sempat bergabung dalam Tim Survei Perseroan Terbatas (PT) Kimia Farma, memperlihatkan fleksibilitas kompetensinya di luar ranah pengajaran murni. Pada tahun 2025, Naela tercatat sebagai Guru Matematika di Madrasah Aliyah (MA) Ihsaniyya Yogyakarta, sebuah langkah yang menandakan kembalinya ia ke lingkungan pendidikan berbasis madrasah, tempat perjalanan akademiknya sendiri dahulu bermula. Namun pencapaian yang menjadi muara dari seluruh perjalanan keilmuannya, dari bola Dandelin di UNY hingga riset fraktal di UGM, adalah posisinya sebagai Dosen Program Studi Pendidikan Matematika di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), yang telah diembannya sejak tahun 2022 hingga sekarang. Di sinilah dua bidang kajian yang lama ia tekuni, geometri ruang klasik dan geometri fraktal, kini ia teruskan kepada mahasiswa calon guru matematika yang kelak akan mengajar di ruang-ruang kelas seperti tempat Naela sendiri dahulu memulai perjalanannya di MTs Negeri Salatiga. Rekam Jejak Penelitian yang Beragam dan Lintas BidangSelain karya-karya penelitian bertema geometri fraktal dan irisan kerucut yang telah disebutkan, Naela juga tercatat aktif dalam sejumlah kajian lain yang menunjukkan luasnya cakrawala keilmuannya. Ia menulis penelitian berjudul "The Impact Of Ethnomathematics-Based Learning On Students' Self-Efficacy: The Mediating Role Of Mathematical Literacy", yang menyentuh ranah pendidikan matematika berbasis etnomatematika. Ia juga meneliti "Indeks Literasi Digital Pelajar MTs di Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dan Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman", sebuah kajian yang secara khusus menyasar pelajar tingkat MTs, sekaligus mengingatkan pada latar belakang pendidikan madrasahnya sendiri. Naela juga tercatat memiliki karya penelitian di bidang statistika terapan dan sistem kendali, di antaranya "Pemilihan Model Regresi Terbaik dalam Kasus Pengaruh Premi, Klaim, Hasil Investasi dan Hasil Underwriting Terhadap Laba Asuransi Jiwa (Studi Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero))" yang dipresentasikan pada Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya (KNPMP) III UMS, serta "Perencanaan Sistem Kontrol Pembersih Kaca Mobil dengan Fuzzy Kontrol Metode Mamdani" yang dipresentasikan pada Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika UNY tahun 2017. Rentang topik penelitian yang beragam ini, mulai dari geometri, fraktal, statistika, hingga sistem kendali fuzzy, memperlihatkan sosok akademisi yang tidak membatasi diri pada satu bidang kajian saja. Pelajaran bagi Murid-Murid MTs Negeri Salatiga Saat IniKisah Naela Faza Fariha menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat kepada murid-murid MTs Negeri Salatiga yang saat ini masih duduk di bangku madrasah: sebuah topik yang ditekuni sejak jenjang madrasah tsanawiyah, sekecil apa pun, dapat berkembang menjadi kajian yang jauh lebih besar, dan pada akhirnya menjadi bekal untuk mendidik generasi berikutnya. Dari bola Dandelin yang dipelajari di ruang kuliah UNY, menembus riset geometri fraktal yang lebih mutakhir di UGM, hingga akhirnya berlabuh sebagai dosen di Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Naela membuktikan bahwa satu garis lurus ketekunan dapat menghubungkan beberapa jenjang pendidikan yang tampak berjarak jauh satu sama lain. Konsistensi dalam menekuni satu bidang kajian, sebagaimana ditunjukkan Naela melalui tema geometri yang terus berkembang dari skripsi tentang irisan kerucut, tesis tentang interpolasi fraktal, hingga posisinya kini sebagai dosen yang mendidik calon guru matematika, mengajarkan bahwa ketekunan jangka panjang pada sebuah minat akademik dapat membuahkan hasil yang jauh melampaui perkiraan awal. Semoga kisah perjalanan alumni MTs Negeri Salatiga ini dapat menjadi cermin dan penyemangat bagi generasi murid MTs Negeri Salatiga saat ini, bahwa dari madrasah ini, mimpi setinggi apa pun tetap mungkin untuk diraih. |

Posting Komentar untuk "NAELA FAZA FARIHA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI BOLA DANDELIN DI UNY, RISET FRAKTAL DI UGM, HINGGA DOSEN DI UMBY"
Posting Komentar