FIDEL BAHAR AHMAD: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KETIKA ILMU KOMUNIKASI BERTEMU PERBANKAN SYARIAH DAN MELAHIRKAN KARIER CEMERLANG
FIDEL BAHAR AHMAD: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KETIKA ILMU KOMUNIKASI BERTEMU PERBANKAN SYARIAH DAN MELAHIRKAN KARIER CEMERLANGSerial "Profil Alumni Inspiratif" — MTs Negeri Salatiga |
|
Ada pertemuan yang jarang disadari orang: pertemuan antara ilmu komunikasi dan dunia perbankan syariah. Dua bidang yang sekilas tampak berjauhan — satu berbicara tentang media, narasi, dan penyiaran; satu lagi berbicara tentang angka, akad, dan layanan keuangan — ternyata bisa bertemu dalam satu perjalanan karier yang koheren. Itulah yang terjadi pada FIDEL BAHAR AHMAD, alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga lulusan tahun 2009, yang menempuh pendidikan tinggi di bidang Ilmu Komunikasi namun hari ini tercatat sebagai pegawai tetap di Perseroan Terbatas (PT) Bank Syariah Indonesia (Persero) Terbuka (Tbk) — bank hasil merger tiga bank syariah pelat merah yang kini dikenal luas sebagai salah satu entitas perbankan syariah terbesar di Tanah Air. |
Dari Dusun Mesu ke Bangku MTs Negeri Salatiga |
|
Fidel Bahar Ahmad lahir pada 07 November 1993 dan besar di Dusun Mesu, RT 02 RW 07, Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Jarak antara desa kelahirannya dan Kota Salatiga bukanlah jarak yang dekat, namun jarak tersebut tidak menghalanginya untuk menempuh pendidikan menengah pertama di MTs Negeri Salatiga pada rentang tahun 2006 hingga 2009. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suruh 2, Suruh, Kabupaten Semarang, sejak tahun 2000 hingga 2006. |
|
Tiga tahun masa belajar di MTs Negeri Salatiga menjadi fondasi awal yang membentuk kedisiplinan dan karakter Fidel sebelum ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. |
Melanjutkan Langkah: SMAN 1 Salatiga hingga Telkom University |
|
Setelah menamatkan pendidikan di MTs Negeri Salatiga, Fidel melanjutkan studi ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Salatiga pada tahun 2009 hingga 2012. Dari sana, perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang perguruan tinggi. Ia diterima di Telkom University dan mengambil program studi Ilmu Komunikasi, yang ditempuhnya dari tahun 2012 hingga 2016. |
|
Pilihan jurusan Ilmu Komunikasi tersebut menjadi titik penting dalam kisah Fidel, sebab di sinilah benang merah antara latar belakang madrasah dan karier perbankan syariahnya mulai terjalin. Ilmu Komunikasi mengajarkan bagaimana menyampaikan pesan secara efektif, membangun kepercayaan audiens, dan mengelola informasi dengan tepat — kemampuan yang meski awalnya diarahkan untuk dunia media dan penyiaran, ternyata sangat relevan pula dengan dunia perbankan yang menuntut komunikasi jelas antara petugas bank dan nasabah, terlebih dalam layanan perbankan syariah yang sarat dengan istilah akad dan produk keuangan yang perlu dijelaskan dan dipahami oleh nasabah secara mudah. |
Aktif Berorganisasi: Bekal di Luar Ruang Kuliah |
|
Semasa kuliah, Fidel tidak hanya berkutat dengan tugas dan mata kuliah. Ia tercatat aktif di berbagai organisasi kampus. Pada rentang 2015–2016, ia terlibat dalam Broadcast Movie Project sebagai penulis naskah (script writer). Pada periode 2013–2014, namanya tercatat dalam beberapa peran sekaligus: sebagai relawan dalam program Green Campus Partnership, sebagai staf di bidang Aset Keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Al-Fath, sebagai Kepala Divisi Dana Operasional di organisasi SISTEL, serta sebagai anggota Divisi Logistik Sosial di organisasi Spectrum. |
|
Ia juga mengikuti sejumlah pelatihan dan seminar kepemimpinan, di antaranya Regeneration Training 1 dari Gamus Telkom Management Institute (2012), Leadership and Organizational Base Training (2012), One Day Training Spectrum bertajuk "Spectacular Event for Ummat" dari Gamus Telkom University (2013), serta Diskusi Musikal Anti Korupsi (2014). Rangkaian aktivitas tersebut menunjukkan bahwa Fidel membangun dirinya secara utuh: tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menempa kemampuan kepemimpinan, kerja tim, dan tanggung jawab sosial melalui organisasi. |
|
Bagi murid MTs Negeri Salatiga yang saat ini mungkin aktif di Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIM), Pramuka, atau kegiatan dan ekstrakurikuler lainnya, jejak Fidel ini bisa menjadi pengingat bahwa pengalaman berorganisasi bukanlah kegiatan yang mengganggu prestasi akademik, melainkan justru pelengkap yang membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi dunia kerja di kemudian hari. |
Titik Temu: Dari Naskah Siaran ke Layanan Perbankan Syariah |
|
Langkah profesional Fidel dimulai pada Juni–Juli 2015, ketika ia menjalani masa magang di Televisi Republik Indonesia (TVRI) Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengalaman tersebut menjadi jembatan yang relevan dengan latar belakang studinya di Ilmu Komunikasi, sekaligus menjadi ajang uji coba pertama atas ilmu yang telah dipelajarinya di bangku kuliah. |
|
Dari titik inilah pertemuan antara Ilmu Komunikasi dan perbankan syariah benar-benar terjadi. Pada Maret 2017 hingga Januari 2021, Fidel bekerja sebagai pegawai tetap di PT Bank BNI Syariah. Latar belakang komunikasinya tidak hilang begitu saja saat berpindah sektor; kemampuan menyampaikan informasi secara persuasif dan mudah dipahami — keterampilan inti seorang lulusan Ilmu Komunikasi — justru menjadi nilai tambah dalam pekerjaan perbankan yang setiap harinya melibatkan interaksi dengan nasabah, penjelasan produk, dan pelayanan yang mengandalkan komunikasi. |
|
Babak berikutnya dalam karier Fidel dimulai pada Februari 2021, ketika ia resmi menjadi pegawai tetap di PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk hingga sekarang. Bank ini lahir dari proses penggabungan (merger) tiga bank syariah milik badan usaha milik negara dan sejak berdirinya dikenal sebagai salah satu bank syariah dengan skala aset terbesar di Indonesia. Posisi Fidel sebagai pegawai tetap di institusi sebesar ini menjadi bukti konkret bahwa perjalanan panjang sejak bangku MTs Negeri Salatiga membuahkan hasil yang nyata. |
Bekal Keterampilan yang Menopang Karier |
|
Di luar riwayat pendidikan dan organisasi, Fidel juga membekali dirinya dengan keterampilan teknis yang khas seorang lulusan Ilmu Komunikasi: penguasaan Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint untuk kebutuhan administratif, serta perangkat lunak penyuntingan audio-visual seperti Adobe Premiere, Sony Vegas, Pinnacle, dan Corel Draw untuk kebutuhan produksi media. Kombinasi keterampilan komunikasi kreatif dan administratif inilah yang menjadi jembatan nyata antara latar belakang studinya dan tuntutan pekerjaan di sektor perbankan syariah, yang sama-sama membutuhkan ketelitian administratif dan kemampuan menyampaikan informasi dengan baik kepada nasabah. |
Pelajaran bagi Murid MTs Negeri Salatiga Saat Ini |
|
Kisah Fidel Bahar Ahmad mengajarkan setidaknya tiga hal penting bagi murid-murid MTs Negeri Salatiga yang sedang menempuh pendidikan saat ini. |
|
Kedua, keterampilan komunikasi adalah keterampilan lintas sektor. Kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, membangun kepercayaan, dan mengelola pesan — hal-hal yang dipelajari dalam Ilmu Komunikasi — ternyata sangat dibutuhkan pula di dunia perbankan syariah, tempat penjelasan tentang akad dan produk keuangan syariah harus disampaikan secara mudah dipahami oleh nasabah dari berbagai latar belakang. |
|
Ketiga, keaktifan dalam organisasi dan kesediaan mengikuti berbagai pelatihan bukanlah kegiatan sia-sia. Rekam jejak organisasi dan seminar kepemimpinan yang ditempuh Fidel semasa kuliah menjadi bekal yang membentuk kesiapan mentalnya untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya, termasuk keberanian untuk berpindah jalur karier dari dunia penyiaran ke dunia perbankan syariah. |
Penutup |
|
Fidel Bahar Ahmad, alumni MTs Negeri Salatiga lulusan tahun 2009, hari ini berdiri sebagai bukti bahwa Ilmu Komunikasi dan perbankan syariah bukanlah dua dunia yang terpisah, melainkan dua bidang yang bisa saling melengkapi dalam satu perjalanan karier yang koheren. Dari ruang kelas madrasah, ke bangku kuliah komunikasi, ke layar TVRI, hingga akhirnya ke meja kerja bank syariah terbesar di Indonesia, setiap tahap dalam perjalanan Fidel saling terhubung dan saling menguatkan. Semoga kisah ini menjadi pengingat bagi seluruh murid MTs Negeri Salatiga bahwa pilihan jurusan di masa depan tidak perlu dipandang sebagai jalan tunggal yang kaku, melainkan sebagai bekal keterampilan yang bisa dipadukan dengan bidang apa pun, termasuk dunia keuangan syariah yang terus berkembang. |

Posting Komentar untuk "FIDEL BAHAR AHMAD: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KETIKA ILMU KOMUNIKASI BERTEMU PERBANKAN SYARIAH DAN MELAHIRKAN KARIER CEMERLANG"
Posting Komentar