AZUAN HAFIDZ AUFFI: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI RUANG KELAS MADRASAH KE JANTUNG OPERASIONAL TAMBANG NASIONAL

AZUAN HAFIDZ AUFFI: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI RUANG KELAS MADRASAH KE JANTUNG OPERASIONAL TAMBANG NASIONAL

Alumni Inspiratif MTs Negeri Salatiga

Azuan Hafidz Auffi, Alumni MTs Negeri Salatiga

Ruang kelas madrasah dan lantai operasional tambang nasional adalah dua dunia yang tampak begitu jauh berbeda. Namun bagi AZUAN HAFIDZ AUFFI, alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga lulusan tahun 2014, kedua dunia tersebut justru tersambung menjadi satu garis perjalanan yang utuh. Dari bangku madrasah di Salatiga, ia kini berdiri di titik pusat pengambilan keputusan operasional sebagai Supervisor Mine Service di salah satu perusahaan tambang nasional, posisi yang menuntutnya hadir langsung di jantung setiap kegiatan penambangan, memastikan roda operasional berjalan aman dan efektif. Perjalanan inilah yang layak menjadi cermin bagi murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini.

Menapaki Jenjang Setapak demi Setapak

Setelah menuntaskan pendidikannya di MTs Negeri Salatiga pada tahun 2014, Azuan melanjutkan pendidikan menengah atas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Salatiga dan lulus pada tahun 2017. Jenjang ini menjadi jembatan penting yang mengantarkannya pada pilihan besar berikutnya: menekuni ilmu pertambangan di jenjang perguruan tinggi. Pada tahun yang sama, Azuan diterima di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, mengambil Program Studi Teknik Pertambangan, dan menyelesaikan studi sarjananya dalam rentang Agustus 2017 hingga Juli 2022 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,36 dari skala 4,00.

Sebagai penutup studi sarjananya, Azuan menyusun skripsi berjudul “Rencana Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Batugamping”. Pemilihan topik tersebut bukan kebetulan. Di tengah sorotan publik terhadap dampak lingkungan industri pertambangan, Azuan justru memilih untuk berfokus pada aspek yang paling sering dilupakan banyak orang: bagaimana lahan yang telah dieksploitasi bisa dikembalikan fungsinya secara bertanggung jawab. Pilihan tema skripsi tersebut secara tidak langsung mencerminkan sikap ilmiah yang berpihak pada keberlanjutan, sebuah nilai yang selaras dengan semangat ta’awun (tolong-menolong) dan tanggung jawab terhadap alam yang senantiasa ditanamkan sejak bangku madrasah. Skripsi semacam ini menuntut riset lapangan yang tidak ringan: mulai dari pengumpulan data kondisi lahan pasca-tambang, analisis kelayakan teknis rencana reklamasi, hingga penyusunan rekomendasi yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara sosial kepada masyarakat sekitar area tambang. Proses inilah yang kemungkinan besar menjadi bekal awal Azuan dalam memahami bahwa industri pertambangan bukan sekadar soal mengeruk material dari dalam bumi, melainkan juga soal tanggung jawab jangka panjang terhadap lingkungan dan manusia di sekitarnya.

Azuan Hafidz Auffi meninjau lokasi tambang Azuan Hafidz Auffi berkoordinasi di lapangan tambang

Merintis Karier dari Lapangan Tambang hingga Kursi Supervisor

Perjalanan karier Azuan di dunia pertambangan dimulai tidak lama setelah ia menyelesaikan studi sarjananya. Pada Desember 2022, ia bergabung sebagai Foreman Produksi di Perseroan Terbatas (PT) Indomineral Semesta dan menjabat posisi tersebut hingga Desember 2023. Di posisi inilah ia mulai benar-benar berkecimpung di jantung operasional tambang: memberikan pengarahan terhadap kegiatan yang melibatkan alat berat dan dump truck agar kegiatan penambangan berjalan efektif, sekaligus melakukan pengawasan langsung terhadap rangkaian kegiatan penambangan oleh alat berat, mulai dari ore getting, cleaning, loading, hingga maintenance. Menjadi seorang foreman di usia yang relatif muda bukan perkara mudah. Posisi tersebut menuntut kemampuan memimpin operator alat berat di lapangan sekaligus memastikan target produksi tercapai tanpa mengorbankan aspek keselamatan kerja. Sejak tahun pertamanya di posisi tersebut, Azuan dituntut untuk terbiasa membaca kondisi lapangan secara cepat dan mengambil keputusan teknis di tengah tekanan operasional yang tinggi, sebuah medan latihan yang membentuknya menjadi pemimpin lapangan yang tangguh.

Kepercayaan demi kepercayaan terus mengalir. Sejak Januari 2024 hingga saat ini, Azuan menjabat sebagai Supervisor Mine Service di PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN). Tanggung jawabnya kini semakin luas: memberikan pengarahan dalam kegiatan-kegiatan umum seperti pembentukan divertion (saluran pengalihan air) dan konstruksi jalan tambang, serta melakukan pengawasan menyeluruh terhadap kegiatan umum lainnya, mulai dari tingkah laku operator hingga kondisi lingkungan kerja. Posisi supervisor ini menempatkan Azuan sebagai salah satu pengambil keputusan lapangan yang keputusannya berdampak langsung pada keselamatan tim dan kelangsungan operasional tambang. Dari seorang foreman yang mengawal jalannya produksi harian, Azuan kini naik satu tingkat menjadi sosok yang merancang dan mengarahkan kegiatan-kegiatan pendukung berskala lebih luas, sekaligus menjadi rujukan bagi tim di lapangan ketika kondisi lingkungan kerja menuntut penyesuaian cepat. Jenjang karier yang ditempuhnya dalam waktu kurang dari dua tahun tersebut — dari foreman menjadi supervisor — menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi di lapangan dapat membuka jalan yang nyata.

Azuan Hafidz Auffi berdiskusi dengan tim keselamatan kerja Azuan Hafidz Auffi mengawasi kegiatan alat berat tambang

Bekal Kompetensi dan Karakter yang Terus Diasah

Kompetensi teknis yang dikuasai Azuan mencakup manajemen lapangan, Microsoft Excel, dan AutoCAD, kombinasi keterampilan yang mempertemukan kemampuan teknis perencanaan dengan kemampuan kepemimpinan operasional di lapangan. Kombinasi tersebut tidak datang secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun sejak menempuh pendidikan dasar dan menengah, termasuk masa-masa pembentukan karakter di MTs Negeri Salatiga. Kemampuan membaca gambar teknis melalui AutoCAD, mengolah data operasional melalui Excel, dan mengoordinasikan manusia serta alat berat di lapangan secara bersamaan bukanlah kombinasi yang mudah dikuasai. Namun justru di titik pertemuan tiga kompetensi tersebut seorang pengawas tambang yang mumpuni benar-benar teruji: mampu berpikir teknis di atas kertas, sekaligus sigap mengambil keputusan di tengah kondisi lapangan yang penuh ketidakpastian.

Pesan untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga

Pelajaran penting untuk murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini: bahwa jenjang pendidikan madrasah bukanlah batasan cita-cita, melainkan fondasi karakter yang akan terus dibawa ke mana pun langkah kaki berpijak, bahkan hingga ke medan tambang yang keras dan menuntut ketegasan. Sikap tawadhu’ (rendah hati) yang tertanam sejak di madrasah tampak tecermin dari langkah kariernya yang dimulai dari posisi foreman di lapangan, bukan langsung melompat ke posisi puncak. Sementara nilai qana’ah (rasa cukup dan syukur) tampak dari konsistensinya menapaki setiap jenjang karier setahap demi setahap, tanpa tergesa-gesa mengejar posisi tertinggi.

Bagi murid-murid yang saat ini tengah duduk di ruang kelas MTs Negeri Salatiga, kisah alumni ini adalah bukti nyata bahwa jarak dari bangku madrasah ke jantung operasional industri strategis nasional sesungguhnya bisa ditempuh, asalkan setiap tahapan dijalani dengan sungguh-sungguh. Yang dibutuhkan hanyalah kesungguhan dalam belajar, keberanian untuk memulai dari langkah kecil, dan keteguhan memegang nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak dini. Semoga kisah perjalanan Azuan Hafidz Auffi dapat menjadi cambuk motivasi bagi generasi penerus MTs Negeri Salatiga untuk terus berprestasi, di bidang apa pun yang mereka pilih.

Posting Komentar untuk "AZUAN HAFIDZ AUFFI: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI RUANG KELAS MADRASAH KE JANTUNG OPERASIONAL TAMBANG NASIONAL"