ULYA MAULIDA SYAFA'ATUL UDHMA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI KELAS AKSELERASI SMA HINGGA MENGENDALIKAN STRATEGI BISNIS PENDANAAN BRI

Profil Alumni Inspiratif · MTs Negeri Salatiga

ULYA MAULIDA SYAFA'ATUL UDHMA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI KELAS AKSELERASI SMA HINGGA MENGENDALIKAN STRATEGI BISNIS PENDANAAN BRI

Ulya Maulida Syafa'atul Udhma

Business Strategy & Performance Manager – Retail Funding Business, Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga, Tahun 2013

Kisah nyata seorang alumni MTs Negeri Salatiga yang membuktikan bahwa madrasah bukan sekadar tempat menuntut ilmu agama, melainkan juga fondasi kokoh untuk menembus dunia perbankan nasional.

130 dari >40.000
Terpilih di BRI Future Leader Program
TOP 5
Lulusan Terbaik BRILiaN FLP Batch 3
IPK 3,50
IPB University, 2015–2019

Ada satu pertanyaan yang barangkali sering terbersit di benak murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini: "Bisakah lulusan madrasah bersaing di dunia kerja yang serba kompetitif, bahkan sampai ke jantung industri perbankan nasional?" Salah satu jawabannya ada pada sosok ULYA MAULIDA SYAFA'ATUL UDHMA, alumnus MTs Negeri Salatiga yang kini dipercaya mengendalikan strategi bisnis pendanaan di bank terbesar Indonesia, BRI. Perjalanan Ulya bukanlah kisah instan. Ia adalah bukti nyata bahwa fondasi yang dibangun sejak bangku madrasah, ditempa dengan kedisiplinan dan semangat belajar yang tak kenal lelah, mampu mengantarkan seseorang ke posisi strategis yang menentukan arah bisnis pendanaan sebuah bank berskala nasional.

1Jejak di MTs Negeri Salatiga

Ulya Maulida Syafa'atul Udhma menyelesaikan pendidikannya di MTs Negeri Salatiga pada tahun 2013. Di masa-masa itulah, tanpa banyak yang menyadarinya, benih-benih karakter mulai ditanam. Lingkungan madrasah yang memadukan penguatan akademik dengan pembentukan akhlak menjadi bekal tak ternilai yang terus dibawanya hingga ke jenjang pendidikan tinggi dan dunia profesional. Prestasi yang ia torehkan setelah lulus dari MTs Negeri Salatiga membuktikan bahwa fondasi yang ditanamkan selama masa madrasah benar-benar kokoh dan berbuah manis di kemudian hari.

2Melesat ke Kelas Akselerasi Sekolah Menengah Atas (SMA)

Selepas menamatkan pendidikan di MTs Negeri Salatiga, Ulya melanjutkan studinya ke SMA Negeri 3 Salatiga pada rentang tahun 2013 hingga 2015. Yang menarik, ia tidak menempuh jalur reguler, melainkan berhasil masuk ke Program Akselerasi, sebuah program percepatan belajar yang hanya diperuntukkan bagi murid-murid dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Program akselerasi memampatkan masa belajar 3 tahun menjadi lebih singkat, 2 tahun, menuntut daya serap materi yang cepat, manajemen waktu yang matang, serta ketahanan mental yang luar biasa. Keberhasilan Ulya lolos dan menuntaskan program tersebut adalah sinyal awal bahwa jejak akademiknya sejak di MTs Negeri Salatiga telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar.

💡 Pesan untuk adik-adik MTs:
Kebiasaan belajar yang dibangun sejak madrasah, sekecil apa pun terlihat saat ini, bisa menjadi bekal untuk melompat lebih jauh ketika kesempatan datang.

3Menempa Diri di IPB University

Jenjang berikutnya membawa Ulya ke salah satu perguruan tinggi negeri bergengsi di Indonesia, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB University). Di kampus yang dikenal dengan keunggulan riset dan pengabdian masyarakatnya tersebut, ia menempuh studi pada Program Studi Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat selama periode 2015–2019 dan berhasil lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,50 dari skala 4,00 — sebuah pencapaian akademik yang sangat membanggakan.

Selama masa kuliah, Ulya tidak hanya berkutat dengan bangku perkuliahan. Ia dipercaya menjadi Asisten Dosen untuk mata kuliah Media Penyiaran (Broadcast Media) pada tahun 2018–2019, membantu mahasiswa sarjana memahami praktik produksi media dan komunikasi audiovisual. Ia juga tercatat sebagai penerima Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia selama dua tahun berturut-turut, yakni 2016–2018, bukti nyata bahwa prestasi akademiknya konsisten terjaga dari awal hingga akhir masa studi.

Ulya juga menuntaskan tugas akhirnya dengan menulis skripsi berjudul "Kesetaraan Gender dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Buruh Perkebunan Kopi" pada tahun 2019, sebuah karya ilmiah yang menunjukkan kepekaannya terhadap isu-isu sosial dan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan latar belakang keilmuan yang ia tekuni.

4Menembus Seleksi Ketat BRI Future Leader Program

Setelah lulus kuliah, Ulya sempat menjalani masa magang sebagai Human Resources Intern di Mondelez International (Kantor Pusat Jakarta) pada tahun 2019, membantu tim Learning and Development dalam kegiatan pelatihan dan program keterlibatan karyawan (employee engagement) di seluruh Indonesia.

Namun titik balik karier Ulya benar-benar terjadi ketika ia diterima dalam BRI Future Leader Program pada tahun 2020–2021. Program tersebut bukan program sembarangan, lebih dari 40.000 pelamar di seluruh Indonesia, hanya 130 orang yang berhasil lolos, dan Ulya adalah salah satunya. Bilangan tersebut menggambarkan betapa ketatnya persaingan yang harus ia lalui, dan betapa besar kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai talenta muda potensial. Tidak berhenti di situ, ia bahkan menutup program tersebut dengan predikat Top 5 Lulusan Terbaik BRILiaN Future Leader Program Batch 3 pada tahun 2020, sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas dan kerja kerasnya di tengah ratusan peserta terbaik se-Indonesia.

5Mengendalikan Strategi Bisnis Pendanaan di Kantor Pusat BRI

Karier Ulya di BRI terus menanjak. Pada periode 2021–2023, ia menjabat sebagai Business Strategy Junior Manager untuk Retail Payment Business. Di posisi tersebut, ia mengembangkan dan mengimplementasikan dasbor kinerja real-time untuk 1.800 unit kerja BRI di seluruh Indonesia, berkolaborasi dengan tim Information Technology (IT) untuk mengotomatisasi pemantauan Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator/KPI) guna mendukung pengambilan keputusan pemasaran berbasis data. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Proyek Brivolution 2.0: C4, sebuah inisiatif berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk manajemen risiko nasabah (attrition management).

Sejak tahun 2023 hingga saat ini, Ulya menduduki posisi sebagai Business Strategy & Performance Manager untuk Retail Funding Business di Kantor Pusat BRI, Jakarta. Tanggung jawabnya sangat besar dan strategis: menyusun wawasan bisnis (business insight) dan laporan kinerja untuk mendukung pengambilan keputusan strategis bisnis pendanaan, merumuskan KPI untuk bisnis pendanaan dan transaksi, mengelola dasbor kinerja otomatis secara real-time, memimpin proses pelaporan kepatuhan regulasi secara menyeluruh kepada otoritas keuangan, mengawasi proyek-proyek transformasi bisnis, hingga mengelola perencanaan dan pengendalian anggaran secara end-to-end untuk bisnis pendanaan dan transaksi.

Untuk mendukung kompetensinya di ranah strategis tersebut, Ulya juga membekali diri dengan berbagai sertifikasi profesional, di antaranya Data Visualization Certification dari Cybertrend Data Academy (2022), Social Media Marketing dari Northwestern University melalui platform Coursera (2022), serta pelatihan internal Project Management & Public Speaking yang diselenggarakan oleh BRI Corporate University (2025). Ia pun aktif sebagai BRI Culture Agent, mengemban peran mempromosikan budaya dan transformasi organisasi di internal perusahaan.

6Jiwa Sosial yang Tak Pernah Padam

Kesibukan di dunia perbankan nyatanya tidak membuat Ulya melupakan kepeduliannya terhadap masyarakat dan lingkungan. Sejak 2024 hingga sekarang, ia aktif sebagai relawan di Lindungihutan Indonesia, berkontribusi dalam kegiatan penanaman pohon dan kampanye kesadaran lingkungan untuk mendukung restorasi hutan di Indonesia. Ia juga tercatat sebagai kontributor di Cinta Amal Foundation sejak tahun 2015 hingga kini, sebuah proyek filantropi berbasis keluarga yang berfokus pada kesejahteraan komunitas dan pendidikan bagi kalangan kurang mampu.

Tak hanya itu, semasa kuliah Ulya juga berpartisipasi dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) IPB University pada tahun 2018, yang berfokus pada perbaikan kondisi kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Citarum, Bandung, salah satu sungai dengan tingkat pencemaran tertinggi di dunia. Dalam program tersebut, ia merancang dan melaksanakan inisiatif pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, dan kesadaran kesehatan masyarakat, bahkan memimpin kegiatan pemeriksaan kesehatan dan lokakarya edukatif untuk mendorong praktik hidup berkelanjutan.

🌟 Pesan untuk Generasi MTs Negeri Salatiga Saat Ini

Perjalanan Ulya Maulida Syafa'atul Udhma, dari bangku MTs Negeri Salatiga, menembus kelas akselerasi SMA, menuntaskan pendidikan tinggi di kampus ternama dengan predikat memuaskan, hingga akhirnya dipercaya mengendalikan strategi bisnis pendanaan di salah satu bank pelat merah terbesar di Indonesia, adalah bukti nyata bahwa asal madrasah bukanlah penghalang untuk meraih posisi strategis di panggung nasional. Justru sebaliknya, nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan semangat belajar tanpa henti yang ditanamkan sejak dini di lingkungan madrasah menjadi modal utama yang membedakan seseorang di tengah persaingan yang begitu ketat.

Bagi adik-adik murid-murid MTs Negeri Salatiga yang membaca kisah ini, jadikan perjalanan Ulya sebagai pengingat bahwa setiap langkah kecil yang ditempuh hari ini, setiap pelajaran yang dipahami dengan sungguh-sungguh, setiap kedisiplinan yang dijaga, setiap doa yang dipanjatkan, sesungguhnya sedang menyusun fondasi untuk pencapaian besar di masa depan. Tidak ada batas bagi lulusan madrasah untuk melangkah sejauh mungkin, bahkan hingga ke jantung strategi bisnis pendanaan sebuah bank nasional sekalipun.

— Ditulis untuk miftahmath.com, sebagai bagian dari rangkaian profil inspiratif alumni MTs Negeri Salatiga.

Posting Komentar untuk "ULYA MAULIDA SYAFA'ATUL UDHMA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, DARI KELAS AKSELERASI SMA HINGGA MENGENDALIKAN STRATEGI BISNIS PENDANAAN BRI"