KISI-KISI TRY OUT TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) TAHUN 2026 MATEMATIKA SMP/MTs KOTA SALATIGA

TERBONGKAR! 25 Rahasia Kompetensi Wajib Kuasai dalam Kisi-Kisi Try Out TKA 2026 Matematika SMP/MTs Kota Salatiga

Kisi-Kisi Try Out TKA Tahun 2026 Matematika SMP/MTs Kota Salatiga — Dengan Beberapa Soal Prediksi dan Alternatif Penyelesaiannya!

Disusun berdasarkan dokumen resmi Kisi-Kisi Try Out TKA Tahun 2026 Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs, MGMP Matematika SMP Kota Salatiga — miftahmath.com

Catatan penting:
Seluruh soal, konteks, angka, dan nama tokoh dalam artikel berikut adalah karya orisinal yang dirancang khusus untuk keperluan latihan try out, mengacu murni pada struktur kompetensi di dalam kisi-kisi resmi MGMP Matematika Kota Salatiga. Tidak ada soal yang disalin dari bank soal mana pun.

Bayangkan sebuah peta harta karun. Peta tersebut tidak menunjukkan lokasi emas secara persis, tetapi menunjukkan arah, medan, dan rintangan yang akan dilewati sebelum harta itu ditemukan. Begitulah kira-kira fungsi Kisi-Kisi Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 Mata Pelajaran Matematika yang disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Kota Salatiga. Dokumen tersebut bukan sekadar daftar nomor soal, melainkan peta jalan resmi yang memetakan setiap kompetensi, level kognitif, dan konteks soal yang akan diujikan kepada seluruh murid SMP/MTs se-Kota Salatiga.

Sayangnya, banyak murid — bahkan sebagian guru — hanya membaca kisi-kisi sekilas tanpa benar-benar membedah makna setiap barisnya. Padahal, di balik istilah teknis seperti “Penalaran”, “Aplikasi”, “Masalah Sehari-hari”, dan “Masalah Matematika”, tersimpan petunjuk yang sangat spesifik tentang seperti apa soal tersebut akan dibentuk. Artikel berikut akan membedah kompetensi pada kisi-kisi tersebut, elemen demi elemen, lengkap dengan soal prediksi — disertai stimulus visual berupa diagram, tabel, dan grafik agar murid benar-benar memahami bentuk nyata soal yang akan dihadapi, bukan sekadar teori kosong.

Membaca Peta Kisi-Kisi: Empat Elemen, Tiga Level Kognitif, Dua Konteks

Kisi-kisi TKA 2026 ini membagi soal ke dalam empat elemen besar: Bilangan, Aljabar, Geometri dan Pengukuran, serta Data dan Peluang. Karena beberapa nomor berbagi kompetensi yang identik, banyak kompetensi unik yang benar-benar perlu dikuasai murid hanya sebanyak 25 kompetensi.

Elemen Rentang Nomor Banyak Kompetensi Unik
Bilangan 1 – 9 8
Aljabar 10 – 17 7
Geometri dan Pengukuran 18 – 25 6
Data dan Peluang 26 – 30 4

Selain elemen, kisi-kisi ini juga membagi soal ke dalam tiga level kognitif: Pengetahuan dan Pemahaman (murid mengenali dan memahami konsep dasar), Aplikasi (murid menerapkan konsep pada situasi konkret), dan Penalaran (murid menganalisis, membandingkan, atau menyimpulkan dari data/situasi yang lebih kompleks). Setiap soal juga diberi label konteks: Masalah Matematika (murni angka dan simbol) atau Masalah Sehari-hari (dibungkus cerita kontekstual). Kombinasi level kognitif dan konteks tersebut yang menentukan “rasa” sebuah soal, dan itulah yang akan kita tiru pada beberapa soal prediksi berikut.

ELEMEN 1 — BILANGAN (8 Kompetensi)

Kompetensi 1 · Perbandingan dan Sifat-Sifat Bilangan

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Diberikan empat bilangan: P = −3/2, Q = −3/4, R = 0,6, dan S = 5/8. Urutkan keempat bilangan tersebut dari yang terkecil hingga yang terbesar, kemudian gambarkan letak keempatnya pada garis bilangan berikut.

-2 -1 0 1 2 Letakkan P, Q, R, S pada garis ini!

Alternatif Penyelesaian:

Ubah semua bilangan ke bentuk desimal agar mudah dibandingkan: P = −3/2 = −1,5; Q = −3/4 = −0,75; R = 0,6; dan S = 5/8 = 0,625. Karena 0,6 < 0,625, maka R < S. Urutan dari terkecil ke terbesar adalah: P < Q < R < S, atau −3/2 < −3/4 < 0,6 < 5/8. Sifat penting yang diuji di sini adalah pemahaman bahwa semakin ke kiri posisi bilangan pada garis bilangan, semakin kecil nilainya, termasuk untuk bilangan negatif, di mana −1,5 justru lebih kecil daripada −0,75 walau “terlihat” angkanya lebih besar.

Kompetensi 2 · Operasi Aritmetika pada Bilangan

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Bu Zulfa berbelanja bahan kebutuhan kantin madrasah di Pasar Sapi Salatiga seperti tercantum pada nota berikut. Ia membayar dengan selembar uang Rp100.000. Berapa total belanja dan kembalian yang harus diterima Bu Zulfa?

BarangJumlahHarga Satuan
Beras2½ kgRp12.000/kg
Gula pasir0,75 kgRp16.000/kg
Mi instan3 bungkusRp3.500/bungkus

Alternatif Penyelesaian:

Beras: 2½ × Rp12.000 = Rp30.000. Gula: 0,75 × Rp16.000 = Rp12.000. Mi instan: 3 × Rp3.500 = Rp10.500. Total belanja = Rp30.000 + Rp12.000 + Rp10.500 = Rp52.500. Kembalian = Rp100.000 − Rp52.500 = Rp47.500. Soal ini menguji kelenturan murid berpindah antar bentuk bilangan (pecahan campuran, desimal, bulat) dalam satu rangkaian operasi tanpa kehilangan ketelitian.

Kompetensi 3 · Estimasi/Perkiraan Hasil Perhitungan

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Ridho membeli alat tulis untuk try out TKA: buku tulis Rp4.750; pulpen Rp3.250; penggaris Rp2.600; dan penghapus Rp1.150. Tanpa menghitung secara pasti, gunakan pembulatan ke ratusan rupiah terdekat untuk menaksir total uang yang harus disiapkan Ridho.

Alternatif Penyelesaian:

Pembulatan ke ratusan terdekat: Rp4.750 → Rp4.800; Rp3.250 → Rp3.300; Rp2.600 → Rp2.600; Rp1.150 → Rp1.200. Taksiran total = Rp4.800 + Rp3.300 + Rp2.600 + Rp1.200 = ± Rp11.900. (Nilai sebenarnya adalah Rp11.750, taksiran cukup dekat dan aman digunakan untuk memastikan uang mencukupi.)

Kompetensi 4 · Faktorisasi Prima Bilangan Asli

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Sebuah bilangan asli N memiliki faktorisasi prima berbentuk 2a × 3b × 5. Jika N merupakan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 24 dan 90, tentukan nilai a, nilai b, dan bilangan N tersebut.

24 2 × 12 2 × 2 × 6 2 × 2 × 2 × 3 = 2³ × 3 90 2 × 45 2 × 3 × 15 2 × 3 × 3 × 5 = 2 × 3² × 5

Alternatif Penyelesaian:

Faktorisasi prima 24 = 2³ × 3 dan 90 = 2 × 3² × 5. KPK diperoleh dengan mengambil setiap faktor prima dengan pangkat tertinggi: KPK = 2³ × 3² × 5 = 8 × 9 × 5 = 360. Karena bentuk N = 2a × 3b × 5, maka a = 3 dan b = 2, dan N = 360.

Kompetensi 5 · Rasio (Skala, Proporsi, dan Laju Perubahan)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Denah ruang kelas MTs digambar dengan skala 1 : 150. Pada denah, ukuran panjang ruang kelas 6 cm dan lebarnya 4 cm. Tentukan ukuran panjang dan lebar ruang kelas sebenarnya (dalam meter), serta luas sebenarnya ruang kelas tersebut.

6 cm 4 cm Denah (skala 1 : 150)

Alternatif Penyelesaian:

Ukuran panjang sebenarnya = 6 cm × 150 = 900 cm = 9 meter. Ukuran lebar sebenarnya = 4 cm × 150 = 600 cm = 6 meter. Luas sebenarnya = 9 m × 6 m = 54 m². Konsep rasio pada skala berlaku pada kedua dimensi (panjang dan lebar) secara linear, namun luas berubah secara kuadrat terhadap faktor skala — inilah nuansa yang sering menjebak murid yang buru-buru.

Kompetensi 6 · Laju Perubahan

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Tabel berikut menunjukkan tinggi air dalam bak yang sedang diisi menggunakan keran dengan debit yang berubah-ubah. Pada interval waktu manakah laju pengisian air paling cepat dan pada interval mana yang paling lambat? Jelaskan alasanmu dengan menghitung laju perubahan (cm/menit) pada setiap interval.

Waktu (menit)02468
Tinggi air (cm)513253337

Alternatif Penyelesaian:

Laju setiap interval = selisih tinggi ÷ selisih waktu. Menit 0–2: (13−5)/2 = 4 cm/menit. Menit 2–4: (25−13)/2 = 6 cm/menit. Menit 4–6: (33−25)/2 = 4 cm/menit. Menit 6–8: (37−33)/2 = 2 cm/menit. Jadi, laju paling cepat terjadi pada menit ke-2 sampai ke-4 dan paling lambat pada menit ke-6 sampai ke-8 — kemungkinan karena keran dibuka lebih besar di tengah proses, lalu dikecilkan menjelang bak penuh.

Kompetensi 7 · Perbandingan Senilai

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Sebuah toko kain batik menjual kain dengan ketentuan: 2 meter kain seharga Rp70.000. Bu Fatimah membeli 7,5 meter kain batik untuk seragam madrasah. Berapa total harga yang harus dibayar Bu Fatimah?

Alternatif Penyelesaian:

Harga per meter = Rp70.000 ÷ 2 = Rp35.000/meter. Karena perbandingan senilai, semakin banyak kain, semakin besar pula harganya secara proporsional: 7,5 × Rp35.000 = Rp262.500. Ciri khas perbandingan senilai adalah rasio kedua besaran (panjang kain dan harga) selalu tetap.

Kompetensi 8 · Perbandingan Berbalik Nilai

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Proyek renovasi pagar madrasah dapat diselesaikan oleh 6 orang pekerja dalam waktu 15 hari. Pihak madrasah ingin mempercepat penyelesaian menjadi hanya 9 hari. Dengan asumsi kecepatan kerja tiap orang sama, berapa banyak pekerja tambahan yang diperlukan?

Alternatif Penyelesaian:

Total “pekerja-hari” yang dibutuhkan tetap sama: 6 × 15 = 90. Untuk 9 hari, jumlah pekerja yang diperlukan = 90 ÷ 9 = 10 orang. Karena sudah ada 6 pekerja, tambahan yang diperlukan = 10 − 6 = 4 orang pekerja. Semakin sedikit waktu yang tersedia, semakin banyak pekerja yang dibutuhkan — inilah ciri perbandingan berbalik nilai.

ELEMEN 2 — ALJABAR (7 Kompetensi)

Kompetensi 9 · Persamaan Linear Satu Variabel

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan: 2(3x − 1) = 4x + 10.

Alternatif Penyelesaian:

2(3x − 1) = 4x + 10 → 6x − 2 = 4x + 10 → 6x − 4x = 10 + 2 → 2x = 12 → x = 6.

Kompetensi 10 · Pertidaksamaan Linear Satu Variabel

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Bilal ingin membeli kalkulator seharga Rp180.000. Ia sudah memiliki tabungan awal Rp20.000 dan setiap hari menyisihkan Rp8.000 dari uang sakunya. Tuliskan pertidaksamaan untuk menentukan banyak hari (n) minimal yang diperlukan agar tabungannya cukup, lalu tentukan nilai n minimal tersebut.

Alternatif Penyelesaian:

Pertidaksamaan: 20.000 + 8.000n ≥ 180.000. Maka 8.000n ≥ 160.000, sehingga n ≥ 20. Jadi, Bilal minimal membutuhkan 20 hari menabung agar dapat membeli kalkulator tersebut.

Kompetensi 11 · Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Koperasi madrasah menjual dua paket alat tulis. Paket A berisi 3 buku dan 2 pulpen seharga Rp29.000. Paket B berisi 5 buku dan 3 pulpen seharga Rp47.000. Tentukan harga satu buku dan satu pulpen.

Alternatif Penyelesaian:

Misalkan: harga 1 buku = x, harga 1 pulpen = y. Model: 3x + 2y = 29.000 dan 5x + 3y = 47.000. Kalikan persamaan pertama dengan 3 dan kedua dengan 2: 9x + 6y = 87.000 dan 10x + 6y = 94.000. Kurangkan: x = 7.000. Substitusi ke persamaan pertama: 3(7.000) + 2y = 29.000 → 2y = 8.000 → y = 4.000. Jadi, harga satu buku Rp7.000 dan satu pulpen Rp4.000.

Kompetensi 12 · Bentuk Aljabar dan Sifat Operasinya (Komutatif, Asosiatif, Distributif)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Sebuah lahan berbentuk persegi panjang memiliki ukuran panjang (x + 7) meter dan lebar (x + 3) meter, seperti model luas berikut. Nyatakan luas lahan dalam bentuk aljabar paling sederhana menggunakan sifat distributif, lalu hitung luasnya jika x = 5 meter.

7x 3x 21 x 7 x 3

Alternatif Penyelesaian:

Luas = (x + 7)(x + 3) = x² + 3x + 7x + 21 = x² + 10x + 21 (hasil penerapan sifat distributif atas empat bagian model luas tersebut). Untuk x = 5: luas = 5² + 10(5) + 21 = 25 + 50 + 21 = 96 (cocok dengan pengecekan langsung 12 m × 8 m = 96 m²).

Kompetensi 13 · Relasi dan Fungsi (Domain, Kodomain, Range)

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Perhatikan diagram panah relasi dari himpunan A = {−2, −1, 1, 2, 3} ke himpunan B = {1, 4, 9, 10} berikut. Apakah relasi tersebut merupakan fungsi? Jelaskan alasanmu, lalu tentukan domain, kodomain, dan range-nya.

A B -2 • -1 • 1 • 2 • 3 • • 1 • 4 • 9 • 10

Alternatif Penyelesaian:

Relasi tersebut merupakan fungsi, sebab setiap anggota A memiliki tepat satu pasangan di B (−2→4, −1→1, 1→1, 2→4, 3→9). Dua anggota A boleh saja memiliki bayangan yang sama (−2 dan 2 sama-sama menuju 4) — ini tetap sah sebagai fungsi, karena syarat fungsi hanya melarang satu anggota domain memiliki lebih dari satu pasangan, bukan melarang dua domain berbagi satu pasangan yang sama. Domain = {−2, −1, 1, 2, 3}, Kodomain = {1, 4, 9, 10}, dan Range = {1, 4, 9} karena bilangan 10 tidak memiliki pasangan dari A.

Kompetensi 14 · Barisan Berhingga Bilangan (Pengetahuan)

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Perhatikan pola susunan titik yang membentuk bilangan segitiga berikut. Tentukan suku ke-6 dan suku ke-10 dari barisan tersebut, serta rumus suku ke-n.

U1=1 U2=3 U3=6 U4=10

Alternatif Penyelesaian:

Pola tersebut adalah barisan bilangan segitiga dengan rumus suku ke-n: Un = n(n+1)/2. Suku ke-6: U6 = 6(7)/2 = 21. Suku ke-10: U10 = 10(11)/2 = 55.

Kompetensi 15 · Barisan Berhingga Bilangan (Aplikasi)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Fatih menabung di celengan dengan pola: minggu pertama Rp5.000 dan setiap minggu berikutnya ia menambah Rp3.000 lebih banyak dari minggu sebelumnya. Berapa jumlah tabungan Fatih pada minggu ke-12 dan berapa total tabungannya selama 12 minggu tersebut?

Alternatif Penyelesaian:

Ini adalah barisan aritmetika dengan suku pertama a = 5.000 dan beda b = 3.000. Tabungan minggu ke-12: U12 = a + 11b = 5.000 + 33.000 = Rp38.000. Total tabungan 12 minggu (jumlah deret): S12 = 12/2 × (2a + 11b) = 6 × (10.000 + 33.000) = 6 × 43.000 = Rp258.000.

ELEMEN 3 — GEOMETRI DAN PENGUKURAN (6 Kompetensi)

Kompetensi 16 · Hubungan Antarsudut (Garis Sejajar dan Segitiga)

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Matematika

Soal:

Garis k sejajar garis l, dipotong oleh garis transversal t sehingga terbentuk sudut 1 = 118° seperti pada gambar. Tentukan ukuran sudut 2 (pelurus sudut 1), sudut 3 (sehadap dengan sudut 2), dan sudut 4 (sehadap dengan sudut 1). Selanjutnya, garis k dan l juga membentuk segitiga PQR dengan sudut P = sudut 3 dan sudut Q = 75°. Tentukan ukuran sudut R.

k l 1 2 4 3

Alternatif Penyelesaian:

Sudut 2 = 180° − 118° = 62° (berpelurus dengan sudut 1). Sudut 3 = 62° (sehadap dengan sudut 2, sehingga ukurannya sama). Sudut 4 = 118° (sehadap dengan sudut 1). Pada segitiga PQR: sudut P = sudut 3 = 62°, sudut Q = 75°, maka sudut R = 180° − 62° − 75° = 43° (menggunakan sifat jumlah sudut dalam segitiga sama dengan 180°).

Kompetensi 17 · Jaring-Jaring Bangun Ruang (Prisma, Limas)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Sebuah kotak kemasan bingkisan berbentuk limas segiempat dengan jaring-jaring seperti gambar berikut: ukuran panjang sisi alas 10 cm dan tinggi sisi tegak 13 cm. Tentukan luas permukaan kotak (luas seluruh jaring-jaring karton yang diperlukan).

alas 10×10

Alternatif Penyelesaian:

Luas alas (persegi) = 10 × 10 = 100 cm². Luas satu sisi tegak (segitiga) = ½ × 10 × 13 = 65 cm², dan terdapat 4 sisi tegak yang kongruen: 4 × 65 = 260 cm². Luas permukaan total = 100 + 260 = 360 cm² karton yang diperlukan untuk satu kotak kemasan.

Kompetensi 18 · Keliling dan Luas Bangun Datar Gabungan (Pengetahuan)

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Taman sekolah berbentuk persegi panjang berukuran 20 m × 14 m dengan tambahan area taman bunga berbentuk setengah lingkaran (diameter 14 m, sama dengan lebar taman) pada salah satu sisi lebarnya, seperti pada gambar. Tentukan keliling dan luas taman tersebut (gunakan π = 22/7).

20 m × 14 m 20 m 14 m r = 7 m

Alternatif Penyelesaian:

Luas = luas persegi panjang + luas setengah lingkaran = (20 × 14) + (½ × 22/7 × 7²) = 280 + 77 = 357 m². Keliling = dua sisi panjang (20 m + 20 m) + satu sisi lebar yang tersisa (14 m) + keliling busur setengah lingkaran (πr = 22/7 × 7 = 22 m) = 20 + 20 + 14 + 22 = 76 m. Perlu diingat, sisi lebar yang tertutup setengah lingkaran tidak ikut dihitung sebagai garis lurus dalam keliling.

Kompetensi 19 · Keliling dan Luas Bangun Datar Gabungan (Aplikasi)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Sebuah lantai aula madrasah berbentuk gabungan persegi panjang (panjang 12 m, lebar 8 m) dengan ujung berbentuk segitiga siku-siku (alas 8 m, tinggi 5 m), seperti denah berikut. Jika biaya pemasangan keramik Rp185.000 per m², berapa total biaya yang dibutuhkan untuk seluruh aula tersebut?

12 m × 8 m segitiga

Alternatif Penyelesaian:

Luas persegi panjang = 12 × 8 = 96 m². Luas segitiga = ½ × 8 × 5 = 20 m². Total luas aula = 96 + 20 = 116 m². Total biaya = 116 × Rp185.000 = Rp21.460.000.

Kompetensi 20 · Volume Bangun Ruang Prisma/Limas (Aplikasi)

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Bak penampungan air madrasah berbentuk prisma segitiga siku-siku dengan sisi siku-siku alas 3 m dan 4 m, serta panjang prisma 5 m. Berapa liter volume maksimum air yang dapat ditampung bak tersebut? (1 m³ = 1.000 liter)

4 m 3 m

Alternatif Penyelesaian:

Luas alas segitiga siku-siku = ½ × 3 × 4 = 6 m². Volume prisma = luas alas × panjang prisma = 6 × 5 = 30 m³. Karena 1 m³ = 1.000 liter, maka volume maksimum air = 30 × 1.000 = 30.000 liter.

Kompetensi 21 · Volume Bangun Ruang Prisma/Limas (Penalaran)

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Dua bak air madrasah memiliki volume yang sama. Bak pertama berbentuk balok berukuran 2 m × 1,5 m × 2 m. Bak kedua berbentuk limas segiempat beraturan dengan ukuran panjang sisi alas 3 m. Tentukan tinggi bak kedua tersebut.

Alternatif Penyelesaian:

Volume balok = 2 × 1,5 × 2 = 6 m³. Volume limas = ⅓ × luas alas × tinggi = ⅓ × (3 × 3) × t = 3t. Karena kedua volume sama: 3t = 6, sehingga t = 2 meter. Soal ini menuntut penalaran dua arah: menghitung volume dari bentuk yang diketahui penuh, lalu “membalik” rumus volume limas untuk mencari tinggi yang belum diketahui.

ELEMEN 4 — DATA DAN PELUANG (4 Kompetensi)

Kompetensi 22 · Perumusan Pertanyaan, Penyajian, dan Interpretasi Data (Pengetahuan)

Level: Pengetahuan dan Pemahaman · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Perhatikan diagram batang banyak murid yang mengikuti ekstrakurikuler tahun ajaran 2026/2027 berikut. (a) Rumuskan satu pertanyaan statistik yang dapat dijawab menggunakan data ini. (b) Ekstrakurikuler apa yang paling diminati dan berapa selisih banyak peserta dengan yang paling sedikit peminatnya?

85 60 45 70 35 Pramuka Futsal Robotik Tahfidz Seni

Alternatif Penyelesaian:

(a) Contoh pertanyaan statistik: “Berapa rata-rata banyak murid yang mengikuti kelima ekstrakurikuler tersebut?” (b) Ekstrakurikuler paling diminati adalah Pramuka (85 murid), dan paling sedikit peminatnya adalah Seni (35 murid). Selisihnya = 85 − 35 = 50 murid.

Kompetensi 23 · Perumusan Pertanyaan, Penyajian, dan Interpretasi Data (Penalaran)

Level: Penalaran · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Rata-rata nilai Ulangan Harian (UH) matematika kelas IX selama 4 kali ulangan adalah: UH1 = 72, UH2 = 75, UH3 = 70, UH4 = 80. Wali kelas menyimpulkan: “Kemampuan matematika murid kelas IX terus meningkat dari waktu ke waktu.” Benarkah kesimpulan tersebut? Jelaskan dan rumuskan satu pertanyaan statistik lanjutan untuk menguji kesimpulan tersebut secara lebih akurat.

Alternatif Penyelesaian:

Kesimpulan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Meskipun nilai rata-rata dari UH1 ke UH4 naik (72 → 80), trennya tidak konsisten “terus meningkat” karena UH3 (70) justru turun dibanding UH2 (75). Pertanyaan statistik lanjutan yang lebih akurat, misalnya: “Bagaimana sebaran nilai tiap murid pada setiap ulangan, apakah kenaikan rata-rata pada UH4 disebabkan oleh peningkatan merata seluruh murid atau hanya oleh sebagian murid yang nilainya melonjak tinggi?”

Kompetensi 24 · Mean, Median, Modus, dan Jangkauan

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Data nilai ulangan matematika 11 murid kelas IX-B adalah: 70, 75, 80, 65, 90, 75, 85, 70, 75, 95, 80. Tentukan mean, median, modus, dan jangkauan (range) dari data tersebut.

Alternatif Penyelesaian:

Data diurutkan: 65, 70, 70, 75, 75, 75, 80, 80, 85, 90, 95 (11 data). Jumlah seluruh data = 860, sehingga mean = 860 ÷ 11 ≈ 78,2. Karena banyak data ganjil (11), median adalah data ke-6 = 75. Modus adalah nilai yang paling sering muncul, yaitu 75 (muncul 3 kali). Jangkauan = nilai maksimum − nilai minimum = 95 − 65 = 30.

Kompetensi 25 · Perbandingan Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Antar Kelompok Data

Level: Aplikasi · Konteks: Masalah Sehari-hari

Soal:

Dua kelompok murid, Kelas IX-A dan Kelas IX-B, mengikuti try out matematika yang sama (masing-masing 8 murid) dengan hasil pada tabel berikut. (a) Tentukan rata-rata nilai kedua kelas. (b) Tentukan jangkauan nilai kedua kelas. (c) Kelas manakah yang hasil belajarnya lebih konsisten? Jelaskan.

KelasNilai Try Out (8 murid)
IX-A7678798080818284
IX-B60657080809095100

Alternatif Penyelesaian:

Jumlah nilai IX-A = 640, mean = 640 ÷ 8 = 80. Jumlah nilai IX-B = 640, mean = 640 ÷ 8 = 80 juga — kedua kelas memiliki rata-rata yang sama persis! Namun, jangkauan IX-A = 84 − 76 = 8, sedangkan jangkauan IX-B = 100 − 60 = 40. Artinya, meskipun ukuran pemusatan (mean) kedua kelas identik, Kelas IX-A jauh lebih konsisten karena sebarannya (penyebaran) jauh lebih sempit dibanding IX-B yang sangat bervariasi. Inilah pentingnya tidak hanya melihat rata-rata, tetapi juga ukuran penyebaran data saat membandingkan performa antar kelompok.

Kisi-Kisi Bukan untuk Dihafal, tetapi untuk Dibedah

Setelah membedah kompetensi pada kisi-kisi, terlihat jelas bahwa kisi-kisi TKA 2026 Matematika SMP/MTs Kota Salatiga menuntut lebih dari sekadar hafalan rumus. Perhatikan bagaimana satu sub-materi yang sama — misalnya “Barisan Berhingga Bilangan” atau “Keliling dan Luas Bangun Datar” — dapat muncul dua kali dengan level kognitif berbeda: sekali sebagai Pengetahuan dan Pemahaman, sekali lagi sebagai Aplikasi atau Penalaran. Artinya, murid tidak cukup hanya mengenal rumus, tetapi harus siap menerapkannya pada konteks baru dan menganalisis situasi yang tidak familiar.

Strategi belajar paling efektif menjelang try out bukanlah mengerjakan ratusan soal secara acak, melainkan memastikan setiap satu dari kompetensi tersebut benar-benar dikuasai dalam tiga dimensi sekaligus: paham konsepnya (Pengetahuan), bisa menerapkannya pada masalah sehari-hari (Aplikasi), dan mampu bernalar ketika situasinya diubah atau dipersulit (Penalaran). Selamat berlatih dan semoga seluruh murid SMP/MTs se-Kota Salatiga, dapat menghadapi Try Out TKA 2026 dengan jujur, teliti, dan percaya diri.

KISI-KISI TRY OUT TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) TAHUN 2026 MATEMATIKA SMP/MTs MGMP MATEMATIKA SMP KOTA SALATIGA

Posting Komentar untuk "KISI-KISI TRY OUT TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) TAHUN 2026 MATEMATIKA SMP/MTs KOTA SALATIGA"