DETA AMALIA dan DEA AMALIA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KEMBAR IDENTIK YANG MEMBUKTIKAN SATU RAHIM BISA MELAHIRKAN DUA ABDI NEGARA PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI!
DETA AMALIA dan DEA AMALIA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KEMBAR IDENTIK YANG MEMBUKTIKAN SATU RAHIM BISA MELAHIRKAN DUA ABDI NEGARA PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA! |
| PROFIL ALUMNI • LULUSAN TAHUN 2017 • KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI |
Salatiga — Ada cerita yang jarang ditemukan di dunia pendidikan: dua anak kembar identik, lahir dari rahim yang sama, dibesarkan di desa yang sama, duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang sama, lalu keduanya tumbuh menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kementerian yang sama pula. Inilah kisah DETA AMALIA dan DEA AMALIA, dua alumni MTs Negeri Salatiga lulusan tahun 2017, kembar identik yang saat ini sama-sama menjadi abdi negara pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI).
|
|
Keduanya lahir di Salatiga dan besar di Desa Dersansari, Dusun Dersan Wetan RT 15/04, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. Dari desa tersebut, dua anak kembar ini memulai perjalanan panjang menuju karier sebagai penjaga keselamatan transportasi bangsa. Kisah mereka membuktikan satu hal yang sering diucapkan namun jarang benar-benar dihayati: bahwa madrasah bukan sekadar tempat singgah, melainkan fondasi yang mampu mengantarkan murid-muridnya hingga ke pusat pengambilan keputusan negara.
| 🗺️ LINIMASA PERJALANAN PENDIDIKAN & KARIER |
| TAHAP | DETA AMALIA | DEA AMALIA |
| 🧒 TK | TK IT Ar Rahmah Suruh | TK IT Ar Rahmah Suruh |
| 📘 SD | SD Negeri Dersansari 02 (lulus tahun 2014) |
SD Negeri Dersansari 02 (lulus tahun 2014) |
| 🕌 MTs | MTs Negeri Salatiga (2014–2017) |
MTs Negeri Salatiga (2014–2017) |
| 🏫 SMA | SMA Negeri 1 Tengaran (2017–2020) |
SMA Negeri 1 Tengaran (2017–2020) |
| 🚦 Vokasi | PKTJ Tegal (2021–2024) | PKTJ Tegal (2020–2023) |
| 🎖️ Karier | PNS Kemenhub — Jakarta | PNS Kemenhub — Bandar Lampung |
Jejak Awal: Dari TK IT Ar Rahmah Suruh hingga Pintu Gerbang MTs Negeri Salatiga
Perjalanan pendidikan Deta dan Dea dimulai dari Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TK IT) Ar Rahmah Suruh, kemudian berlanjut ke Sekolah Dasar (SD) Negeri Dersansari 02, yang mereka selesaikan pada tahun 2014. Dari sinilah keduanya melangkah bersama menuju MTs Negeri Salatiga, tempat mereka menempuh pendidikan jenjang menengah pertama selama tiga tahun, dari 2014 hingga 2017. Tiga tahun di MTs Negeri Salatiga tersebut menjadi periode penting yang membentuk karakter, disiplin, dan semangat keduanya sebelum akhirnya melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Selama menempuh pendidikan di MTs Negeri Salatiga, keduanya tidak hanya fokus pada kegiatan akademik di dalam kelas. Deta dan Dea sama-sama aktif mengikuti ekstrakurikuler bulu tangkis (badminton), sebuah kebiasaan yang mereka bawa terus hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa sejak usia di madrasah, keduanya telah memahami pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan pengembangan diri melalui aktivitas fisik dan kerja tim, sebuah nilai yang sangat relevan dengan dunia kerja mereka di bidang transportasi yang menuntut ketelitian, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang solid.
Dua Jalan, Satu Semangat: Melangkah ke SMA dan Menjaga Nilai Kerohanian
Lulus dari MTs Negeri Salatiga pada 2017, Deta Amalia dan Dea Amalia kembali melangkah bersama ke jenjang yang sama: SMA Negeri 1 Tengaran. Keduanya menempuh jenjang SMA pada rentang waktu yang sama, yaitu 2017 hingga 2020, sekali lagi menegaskan pola kebersamaan yang konsisten sejak kecil.
Yang menarik, semangat berorganisasi yang mereka pupuk sejak MTs tidak pernah padam. Di jenjang SMA, keduanya kembali aktif dalam ekstrakurikuler bulu tangkis, sekaligus memperdalam sisi spiritual melalui organisasi kerohanian Islam di SMA Negeri 1 Tengaran. Pola tersebut menegaskan satu benang merah yang konsisten sejak masa MTs Negeri Salatiga: keseimbangan antara ilmu, fisik, dan ruhani, sebuah warisan nilai yang memang menjadi ciri khas pendidikan berbasis madrasah.
PKTJ Tegal: Gerbang Menuju Dunia Keselamatan Transportasi Jalan
Selepas SMA, Deta dan Dea sama-sama memilih jalur pendidikan vokasi yang sangat spesifik dan strategis: Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal. Berdasarkan data yang tercatat, Dea Amalia menempuh pendidikan di PKTJ Tegal pada rentang 2020–2023, sementara Deta Amalia tercatat pada rentang 2021–2024. Terlepas dari sedikit perbedaan rentang tahun tersebut, keduanya menempuh jalur pendidikan yang sama persis: sebuah politeknik kedinasan yang mencetak tenaga profesional di bidang keselamatan transportasi jalan raya.
Pilihan pendidikan tersebut bukan pilihan sembarangan. PKTJ Tegal dikenal sebagai lembaga pendidikan kedinasan yang ketat, dengan seleksi masuk yang kompetitif dan pola pendidikan semi-militer yang menuntut kedisiplinan tinggi. Bahwa dua alumni MTs Negeri Salatiga mampu menembus dan menyelesaikan pendidikan di institusi seketat tersebut adalah bukti nyata bahwa fondasi kedisiplinan yang ditanamkan sejak kecil benar-benar membuahkan hasil pada jenjang pendidikan lanjutan yang jauh lebih menantang.
Mengabdi untuk Negeri: Dua Alumni, Dua Kota, Satu Kementerian
Hari ini, Deta Amalia dan Dea Amalia telah resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sebuah pencapaian yang layak dibanggakan oleh MTs Negeri Salatiga sebagai almamater mereka. Deta Amalia bertugas di Jakarta, tepatnya di Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, sedangkan Dea Amalia bertugas di Bandar Lampung.
|
Deta Amalia dan Dea Amalia saat mengenakan seragam dinas Kementerian Perhubungan. |
Menariknya, meski kini terpisah oleh jarak geografis antara Jakarta dan Bandar Lampung, keduanya tetap menjaga kedekatan sebagai saudara kembar. Dari foto-foto kebersamaan mereka, baik saat mengenakan seragam dinas kementerian maupun saat berbusana santai di luar tugas, terpancar jelas kehangatan hubungan kembar yang tak lekang oleh jarak maupun tuntutan pekerjaan yang berbeda kota. Hal ini merupakan pelajaran berharga bagi murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini: bahwa persaudaraan, sekuat apa pun tantangan karier memisahkan secara fisik, dapat tetap terjaga jika dilandasi nilai dan tujuan hidup yang sama.
|
Kebersamaan Deta Amalia dan Dea Amalia di luar tugas kedinasan. |
Prinsip Hidup yang Berbeda, Tujuan yang Sama
Salah satu hal paling menarik dari kisah kembar ini adalah bagaimana masing-masing memiliki prinsip hidup yang berbeda, namun sama-sama relevan sebagai bekal menjalani kehidupan sebagai abdi negara.
|
💬 DETA AMALIA "Kejar karir setinggi mungkin, tanpa lupa bersujud." |
💬 DEA AMALIA "Pelajari, lakukan, dan jangan banyak mengeluh." |
Prinsip Deta mencerminkan ambisi profesional yang tetap berpijak pada nilai spiritual, sebuah keseimbangan yang selaras dengan identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang memadukan ilmu umum dan nilai keislaman. Sementara itu, prinsip Dea adalah cerminan etos kerja seorang profesional muda yang memahami bahwa keluhan tidak pernah menyelesaikan masalah, hanya tindakan dan pembelajaran berkelanjutan yang membawa hasil nyata. Dua prinsip yang berbeda tersebut, jika direnungkan, sesungguhnya saling melengkapi: satu menekankan arah dan tujuan spiritual dalam berkarier, satu lagi menekankan konsistensi dan eksekusi dalam bertindak.
Pesan untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga Saat Ini
Kisah Deta Amalia dan Dea Amalia bukan sekadar cerita tentang dua saudara kembar yang kebetulan sukses, tapi bukti konkret bahwa jalur pendidikan dari MTs Negeri Salatiga dapat mengantarkan murid-muridnya menuju posisi strategis sebagai abdi negara pada Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, lembaga yang menjaga keselamatan jutaan pengguna jalan di seluruh Indonesia setiap harinya.
Bagi murid-murid MTs Negeri Salatiga yang saat ini sedang duduk di bangku kelas, menghadapi ujian, atau bahkan merasa ragu dengan masa depan, kisah dua alumni tersebut seharusnya menjadi pengingat sederhana: bahwa proses tiga tahun di madrasah ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang bisa membawa siapa saja, asalkan disiplin, konsisten, dan tidak pernah lupa bersujud, menuju tempat-tempat yang dahulu terasa mustahil untuk dijangkau. Selamat untuk Deta Amalia dan Dea Amalia, alumni MTs Negeri Salatiga lulusan tahun 2017 yang kini menjadi bagian dari garda terdepan keselamatan transportasi bangsa.

Posting Komentar untuk "DETA AMALIA dan DEA AMALIA: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA, KEMBAR IDENTIK YANG MEMBUKTIKAN SATU RAHIM BISA MELAHIRKAN DUA ABDI NEGARA PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI!"
Posting Komentar