SOAL OSN TINGKAT KOTA 2025 BIDANG MATEMATIKA SD MI DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA (NOMOR 4)
Bilangan Prima & Penjumlahan Tiga Bilangan Prima Berbeda
Bilangan prima adalah bilangan yang hanya mempunyai 2 (dua) faktor, yaitu 1 dan dirinya sendiri. Beberapa contoh bilangan prima:
Perhatikan: bilangan 4, 6, 8, 9, 10 bukan bilangan prima karena mempunyai lebih dari 2 faktor. Ketiga bilangan prima yang dipilih juga harus berbeda satu sama lain.
Kita coba: 2 + 3 + 7 = 12.
2, 3, dan 7 semuanya bilangan prima dan berbeda. Jadi, 12 bisa dinyatakan sebagai penjumlahan tiga bilangan prima yang berbeda.
Kita coba berbagai kombinasi tiga bilangan prima yang berbeda:
| Kombinasi | Hasil | Keterangan | Status |
|---|---|---|---|
| 2 + 3 + 5 | 10 | Bukan 13 | ✗ |
| 2 + 3 + 7 | 12 | Bukan 13 | ✗ |
| 2 + 4 + 7 | 13 | 4 bukan prima | ✗ |
| 3 + 3 + 7 | 13 | 3 dipakai dua kali (harus berbeda) | ✗ |
| 2 + 5 + 7 | 14 | Bukan 13 | ✗ |
| 3 + 5 + 7 | 15 | Bukan 13 | ✗ |
Jika kita tidak memasukkan 2, maka ketiga bilangan prima semuanya ganjil. Ganjil + ganjil + ganjil = ganjil. Kita coba: 3 + 3 + 7 = 13, tetapi 3 dipakai dua kali (tidak boleh). 3 + 5 + 5 = 13, tetapi 5 dipakai dua kali (tidak boleh). Tidak ada kombinasi tiga prima berbeda yang menghasilkan 13.
Kita coba: 2 + 5 + 7 = 14.
2, 5, dan 7 semuanya bilangan prima dan berbeda. Jadi, 14 bisa dinyatakan sebagai penjumlahan tiga bilangan prima yang berbeda.
Kita coba: 3 + 5 + 7 = 15.
3, 5, dan 7 semuanya bilangan prima dan berbeda. Jadi, 15 bisa dinyatakan sebagai penjumlahan tiga bilangan prima yang berbeda.
Dari hasil pengecekan tersebut, hanya bilangan 13 yang tidak bisa dinyatakan sebagai penjumlahan dari tiga bilangan prima yang berbeda. Pilihan A (12), C (14), dan D (15) semuanya bisa.

Posting Komentar untuk "SOAL OSN TINGKAT KOTA 2025 BIDANG MATEMATIKA SD MI DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA (NOMOR 4)"
Posting Komentar