MTs Negeri Salatiga Menggebrak OMNAS 16 Kompetisi Nasional Matematika, Sains, Bahasa Inggris 2026-2027: 12 Murid Melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah

OMNAS 16
KOMPETISI NASIONAL MATEMATIKA, SAINS, BAHASA INGGRIS 2026-2027

Hasil Penyisihan Kota Salatiga

MTs Negeri Salatiga meloloskan 12 murid dari 14 peserta
yang melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah
di tiga bidang: Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris

14peserta MTs Negeri Salatiga
12LOLOS ke Final Provinsi
85,7%persentase LOLOS

OMNAS 16 Kompetisi Nasional Matematika, Sains, Bahasa Inggris 2026-2027 baru memasuki tahap penyisihan tingkat kota dan MTs Negeri Salatiga sudah mencuri perhatian. Daftar hasil penyisihan itu panjang, berisi ratusan nama dari puluhan sekolah dan madrasah di Kota Salatiga. Namun ketika dibaca baris demi baris, ada satu pola yang sulit diabaikan: nama-nama peserta dari MTs Negeri Salatiga muncul di tiga bidang sekaligus, dan hampir seluruhnya berstatus LOLOS. Dari 14 peserta jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah - SMP/MTs (Level 4) yang tercatat berasal dari MTs Negeri Salatiga, 12 murid melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah. Artikel berikut membedah angka-angka tersebut secara apa adanya, tanpa dilebih-lebihkan, agar kebanggaan yang muncul berdiri di atas data.

Memahami Konteks: Apa Arti “Lolos” di Penyisihan Kota?

OMNAS 16 adalah kompetisi nasional untuk bidang Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris dengan periode 2026-2027. Dokumen hasil yang menjadi dasar artikel ini memuat nomor peserta, nama, sekolah, mata pelajaran, level, nilai, dan keterangan. Murid SMP/MTs berada pada Level 4. Dari data tersebut tampak bahwa nilai terendah yang berstatus lolos pada Level 4 di ketiga bidang adalah 72, sedangkan nilai 68 ke bawah berstatus belum lolos. Artinya, batas nilai 72 tersebut merupakan passing grade untuk bisa lolos ke tahap Final Provinsi.

Dengan batas tersebut, setiap poin sangat berarti. Jarak antara lolos dan tidak lolos hanya satu kelipatan nilai, yaitu empat poin. Murid yang meraih nilai 72 dan murid yang meraih nilai 68 hanya dipisahkan satu langkah, namun hasil akhirnya berbeda. Itulah mengapa capaian 12 murid dari 14 peserta MTs Negeri Salatiga pantas dicatat dengan teliti.

12 Murid MTs Negeri Salatiga yang Melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah

No.Nama MuridBidangNo. PesertaNilaiKet.
1Husein Danar Wahyu HidayatMatematika16143501876LOLOS
2Atharrayhan AlfariskiMatematika16143501076LOLOS
3Abbad Nailun NabhanMatematika16143500176LOLOS
4Arsya Alim WahabMatematika16143500776LOLOS
5Muhammad Zakii AlghozaliMatematika16143502776LOLOS
6Muhammad Mifta Farhan LuthfiMatematika16143502672LOLOS
7Naura Sewon HafidzahSains16243503172LOLOS
8Fathan Anzaky Danendra SyafiqSains16243501472LOLOS
9Elham Kayana AlthafSains16243501372LOLOS
10Nadia Nanda Putri NurijanSains16243502372LOLOS
11Muhammad Risang AdhirajasaBahasa Inggris16343503176LOLOS
12Amrina Maysa Shakila RifaiBahasa Inggris16343500572LOLOS

Setiap nama tersebut mewakili jam belajar tambahan, latihan soal yang berulang, dan bimbingan guru. Daftar tersebut juga memperlihatkan bahwa enam murid meraih nilai 76 dan enam murid lainnya nilai 72. Sebaran yang seimbang tersebut menunjukkan kekuatan yang cukup merata, bukan bertumpu pada satu atau dua murid saja.

Sebaran Peserta Lolos per Bidang

Matematika
6 murid
Sains
4 murid
Bahasa Inggris
2 murid

Jumlah murid MTs Negeri Salatiga yang berstatus LOLOS (total 12).

Matematika menjadi lumbung terbesar dengan enam murid yang lolos ke Final Provinsi Jawa Tengah, disusul Sains dengan empat murid, dan Bahasa Inggris dengan dua murid. Urutan tersebut wajar dibaca sebagai gambaran kekuatan relatif, tetapi tidak boleh ditafsirkan sebagai ukuran kemampuan mutlak, karena jumlah peserta yang didaftarkan di tiap bidang juga berbeda.

Matematika: Enam Peserta, Enam Lolos

Di bidang inilah capaian paling luar biasa. Seluruh enam peserta MTs Negeri Salatiga di Matematika dinyatakan lolos, dengan rata-rata nilai 75,3. Lima di antaranya meraih nilai 76 dan satu meraih 72. Menariknya, pada Level 4 Matematika tercatat ada 17 peserta yang sama-sama bernilai 76. Dari 17 peserta tersebut, lima murid berasal dari MTs Negeri Salatiga atau sekitar 29%. Artinya hampir tiga dari sepuluh peserta pada pita nilai 76 adalah murid madrasah ini.

Satu catatan kritis perlu disampaikan: nilai tertinggi Level 4 Matematika adalah 84 dan belum ada murid MTs Negeri Salatiga yang menembus nilai 80 atau lebih. Sehingga, tantangan di Final Provinsi bukan lagi sekadar lolos, melainkan menaikkan ketelitian dan kecepatan pada soal-soal yang membedakan peserta papan atas.

Sains: Konsistensi di Pita Nilai 72

Empat murid MTs Negeri Salatiga lolos di bidang Sains, semuanya bernilai 72, yaitu tepat di garis batas. Dari 15 peserta yang menempati pita nilai 72, empat murid berasal dari MTs Negeri Salatiga, dengan persentase sekitar 27%.

Pembacaan jujurnya begini: kelulusan di Sains diraih dengan margin yang tipis. Hal itu membuktikan kerja keras, tetapi sekaligus menandakan ruang perbaikan. Murid yang lolos tanpa selisih aman perlu memperkuat penalaran ilmiah dan membaca data, sebab soal tingkat provinsi cenderung menuntut penerapan konsep, bukan hafalan.

Bahasa Inggris: Dua Wakil yang Menembus Persaingan Ketat

Muhammad Risang Adhirajasa (nilai 76) dan Amrina Maysa Shakila Rifai (nilai 72) menjadi wakil di bidang Bahasa Inggris. Persaingan di bidang ini cukup ketat: nilai tertinggi mencapai 92. Dengan 2 murid dari 28 peserta yang lolos, kontribusi MTs Negeri Salatiga di bidang ini sekitar 7%.

Porsi MTs Negeri Salatiga di Antara Seluruh Peserta Lolos Level 4

Matematika
21,4%
Sains
14,8%
Bahasa Inggris
7,1%

Persentase murid MTs Negeri Salatiga terhadap seluruh peserta lolos Level 4 di masing-masing bidang

Rangkuman Statistik

BidangPeserta MTs Negeri SalatigaLolosBelum LolosRata-rata Nilai Lolos
Matematika66075,3
Sains64272,0
Bahasa Inggris22074,0
Total1412274,0

Secara keseluruhan, 12 dari 83 peserta Level 4 Kota Salatiga yang lolos ke Final Provinsi Jawa Tengah berasal dari MTs Negeri Salatiga, setara sekitar 14,5%.

Melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah: Apa yang Perlu Disiapkan?

Lolos penyisihan kota adalah tiket menuju Final Provinsi Jawa Tengah, bukan garis akhir. Di final, ke-12 murid akan bertemu perwakilan kota dan kabupaten lain di Jawa Tengah dengan standar yang lebih tinggi. Jadwal, lokasi, dan format final mengikuti pengumuman resmi panitia. Sambil menunggu, ada beberapa langkah yang realistis.

Pertama, untuk Matematika: kenali kesalahan pada soal penyisihan, lalu latih soal bernalar dan penyelesaian masalah, bukan hanya prosedur rutin. Kedua, untuk Sains: biasakan membaca tabel, grafik, dan eksperimen sederhana, lalu jelaskan hasilnya dengan kalimat sendiri. Ketiga, untuk Bahasa Inggris: perbanyak membaca teks pendek dan kosakata konteks akademik, sebab pemahaman bacaan sering menjadi pembeda. Keempat, untuk semua bidang: latihan dengan batas waktu agar ritme mengerjakan terbentuk.

Peran guru dan orang tua juga menentukan. Pendampingan yang tenang, jadwal belajar yang teratur, dan istirahat yang cukup sering lebih berdampak daripada menambah jam latihan secara membabi buta.

Prestasi yang Layak Dirayakan dan Dilanjutkan

Data tidak berbohong: 14 peserta, 12 murid melaju ke final, enam di Matematika, empat di Sains, dan dua di Bahasa Inggris. Data tersebut menempatkan MTs Negeri Salatiga sebagai peserta yang diperhitungkan di penyisihan kota. Dua murid yang belum lolos pun layak dihargai, sebab keberanian ikut berkompetisi adalah bagian dari proses belajar yang sesungguhnya.

Selamat kepada 12 murid peserta OMNAS 16 Kompetisi Nasional Matematika, Sains, Bahasa Inggris 2026-2027 dari MTs Negeri Salatiga yang melaju ke Final Provinsi Jawa Tengah. Selamat kepada guru dan orang tuanya. Semoga langkah ini berlanjut dengan hasil terbaik di tahap berikutnya, dan semoga setiap proses yang dijalani menjadi bekal yang jauh lebih berharga daripada medali apa pun.

Sumber data: dokumen “Hasil Nilai Penyisihan OMNAS 16 Kota Salatiga”.

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan "Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama