SOAL SIMULASI OMI MTs/SMP MATEMATIKA 2025 TINGKAT KOTA/KABUPATEN DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA (PART 6)

Membaca Surah Pelindung Diri Sebelum Tidur

Dijelaskan dalam Kitab Riyadhus Sholihin bahwa surah Al-Muawwizatain adalah surah pelindung yang didahului dengan 'audzu. Selain surah Al-Muawwizatain, terdapat surah Al-Ikhlas yang juga merupakan surah pelindung. Surah tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di antara surah-surah lainnya, sehingga disunnahkan untuk membaca surah tersebut menjelang tidur.

Ahmad sedang membiasakan untuk selalu membaca surah Al-Muawwizatain dan surah Al-Ikhlas dalam kesehariannya. Hari ini Ahmad telah membaca 2 kali surah pertama dan 5 kali surah kedua sehingga ayat yang sudah Ahmad baca sebanyak 30 ayat. Kemarin Ahmad telah membaca 5 kali surah pertama dan 8 kali surah kedua, sehingga total surah Al-Muawwizat yang Ahmad baca pada hari kemarin adalah 57 ayat.

Surah yang sudah dibaca Ahmad pada hari ini dan kemarin adalah ....

A. Al-Falaq dan Al-Ikhlas
B. Al-Ikhlas dan Al-Falaq
C. An-Nas dan Al-Ikhlas
D. Al-Ikhlas dan An-Nas

Alternatif Penyelesaian

Soal tersebut sebenarnya adalah soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang dibungkus dengan cerita tentang membaca surah pelindung diri. Supaya lebih mudah, mari kita ubah cerita tersebut menjadi bentuk matematika langkah demi langkah.

Langkah 1: Menentukan Pemisalan (Variabel)

Misalkan:
x = banyak ayat pada surah pertama (jika dibaca satu kali)
y = banyak ayat pada surah kedua (jika dibaca satu kali)

Langkah 2: Mengubah Cerita Menjadi Persamaan

Kalimat "hari ini membaca 2 kali surah pertama dan 5 kali surah kedua, banyaknya 30 ayat" berarti:

2x + 5y = 30   ... (persamaan 1)

Kalimat "kemarin membaca 5 kali surah pertama dan 8 kali surah kedua, banyaknya 57 ayat" berarti:

5x + 8y = 57   ... (persamaan 2)

Langkah 3: Menyelesaikan dengan Metode Eliminasi

Karena koefisien x pada kedua persamaan berbeda (2 dan 5), kita samakan dahulu dengan mengalikan silang, supaya salah satu variabel bisa dicoret.

Persamaan 1 dikali 5:   10x + 25y = 150
Persamaan 2 dikali 2:   10x + 16y = 114
————————————— (kurangkan)
         9y = 36
          y = 4

Langkah 4: Mencari Nilai x dengan Metode Substitusi

Nilai y = 4 dimasukkan ke persamaan 1:

2x + 5(4) = 30
2x + 20 = 30
2x = 10
x = 5

Langkah 5: Membuktikan Kebenaran Jawaban (Uji Balik)

Kita cek dengan memasukkan x = 5 dan y = 4 ke persamaan 2, untuk memastikan tidak ada kekeliruan hitung:

5(5) + 8(4) = 25 + 32 = 57 ✓ (cocok dengan data soal)

Langkah 6: Menghubungkan Angka dengan Nama Surah

Sekarang kita tinggal mengingat banyak ayat masing-masing surah yang termasuk Al-Muawwizatain dan Al-Ikhlas:
• Surah Al-Falaq  = 5 ayat
• Surah Al-Ikhlas = 4 ayat
• Surah An-Nas   = 6 ayat

Karena x = 5 (surah pertama) cocok dengan banyak ayat surah Al-Falaq, dan y = 4 (surah kedua) cocok dengan banyak ayat surah Al-Ikhlas, sehingga surah pertama adalah Al-Falaq dan surah kedua adalah Al-Ikhlas.

Kesimpulan: Jawaban yang tepat adalah A. Al-Falaq dan Al-Ikhlas.

Catatan untuk murid: soal seperti ini membuktikan bahwa materi SPLDV yang dipelajari di kelas dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah sehari-hari, termasuk kebiasaan ibadah seperti membaca surah pelindung diri sebelum tidur. Selamat berlatih, semoga bermanfaat!

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama