BUKAN SEKADAR RUMUS: MENGAJAK MURID 'MEMOTRET' MATEMATIKA DENGAN TAKSONOMI BLOOM
RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dirancang khusus untuk
mengintegrasikan ketiga domain Taksonomi Bloom (Kognitif, Afektif, dan
Psikomotor) secara seimbang.
Kita akan mengambil topik Geometri (Kekongruenan dan
Kesebangunan) karena topik tersebut sangat visual dan praktis untuk
diterapkan.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP) HOLISTIK:
"MATEMATIKA DI BALIK LENSA"
Sasaran: Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas IX
Topik: Kesebangunan pada Bangun Datar
Durasi: 2 × 40 Menit
Metode: Project-Based Learning (PjBL)
I. Tujuan Pembelajaran (Target Bloom)
|
Domain |
Indikator Pencapaian |
|
Kognitif (Think) |
Murid mampu menganalisis syarat kesebangunan dua bangun
datar dan menghitung ukuran panjang sisi yang belum diketahui menggunakan
rasio perbandingan. |
|
Afektif (Feel) |
Murid menunjukkan sikap kolaboratif dalam kelompok dan
menghargai presisi (ketelitian) sebagai nilai penting dalam profesi seperti
arsitek atau fotografer. |
|
Psikomotor (Do) |
Murid mampu menggunakan alat ukur dan kamera (smartphone)
untuk menciptakan karya foto yang mendemonstrasikan prinsip kesebangunan di
lingkungan sekolah atau madrasah. |
II. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Fase Pendahuluan: Menyentuh Hati (Afektif - 10 Menit)
- Apersepsi: Guru menunjukkan foto
"Perspektif Terpaksa" (contoh: foto seseorang yang terlihat
seolah-olah sedang memegang puncak gedung yang jauh).
- Diskusi: "Mengapa tangan yang kecil
bisa terlihat seukuran dengan gedung yang besar?"
- Nilai: Guru menjelaskan bahwa
matematika adalah alat untuk memahami perspektif dunia. Tanpa ketelitian
(presisi), keindahan visual tersebut tidak akan tercipta.
2. Fase Eksplorasi: Menajamkan Pikiran (Kognitif - 25 Menit)
- Analisis
Konsep: Guru
menjelaskan syarat kesebangunan (Sisi-Sudut-Sisi) menggunakan simulasi
digital di papan tulis.
- Problem
Solving: Murid
diberikan kasus "Menghitung Tinggi Tiang Bendera tanpa Memanjat"
menggunakan prinsip bayangan dan kesebangunan segitiga.
- Tantangan: Murid harus merumuskan persamaan matematika:
Tinggi Murid : Panjang Bayangan Murid = Tinggi Tiang : Panjang Bayangan Tiang
3. Fase Aksi: Ketangkasan Tangan (Psikomotor - 35 Menit)
- Project
- "The Miniature World":
1. Murid keluar kelas dalam kelompok.
2. Mereka harus mencari dua benda yang
sebangun di lingkungan sekolah atau madrasah (misalnya: dua buah ubin yang
berbeda ukuran, atau daun dari pohon yang sama).
3. Aktivitas Fisik: Murid melakukan
pengukuran nyata menggunakan meteran (keterampilan presisi).
4. Produksi: Mengambil foto benda
tersebut dari sudut tertentu untuk membuktikan kesebangunannya secara visual.
4. Fase Penutup: Refleksi Holistik (10 Menit)
- Evaluasi: Perwakilan kelompok
mempresentasikan hasil foto dan perhitungan rasionya.
- Refleksi: Murid menuliskan satu kalimat
di jurnal belajar mereka tentang bagaimana rasanya menggunakan matematika
di luar ruangan.
III. Instrumen Penilaian (Assessment)
1. Kognitif: Lembar Kegiatan berisi soal
perhitungan rasio kesebangunan.
2. Afektif: Lembar observasi sikap
(tanggung jawab dalam kelompok dan ketangguhan saat menemui kesulitan
pengukuran).
3. Psikomotor: Rubrik penilaian karya foto (ketepatan sudut pengambilan gambar dan keakuratan hasil pengukuran).
.png)
Posting Komentar untuk "BUKAN SEKADAR RUMUS: MENGAJAK MURID 'MEMOTRET' MATEMATIKA DENGAN TAKSONOMI BLOOM"
Posting Komentar