Brigjen Pol. Dr. NURUL AZIZAH, S.I.K., M.Si.: Alumni MTs Negeri Salatiga (Lulus 1988), Menembus Bintang Satu Polri dan Kini Jadi Garda Terdepan Pelindung Perempuan, Anak, dan Pemberantasan TPPO

PROFIL ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA
Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.
Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri • Alumni MTs Negeri Salatiga, Lulus 1988
32+
tahun berdinas, dari Bripda 1991 sampai Brigjen 2024
9
tingkat pangkat yang dilalui
19
riwayat jabatan
22
kursus, seminar, dan pelatihan
10
tanda jasa dan penghargaan

Coba bayangkan sebuah tahun: 1988. Seorang murid menyelesaikan jenjang menengah pertamanya. Belum ada yang tahu ke mana langkahnya akan membawanya. Lalu loncat ke akhir Desember 2024. Nama yang sama kini diberi amanah sebagai Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri), yaitu garda terdepan Polri dalam memberikan pelindungan dan penanganan kasus perempuan, anak, kelompok rentan, serta pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Jarak antara dua titik tersebut adalah 36 tahun. Nama itu adalah Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si., alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga yang lulus pada tahun 1988. Artikel ini membaca riwayat beliau satu per satu: pendidikan, pangkat, jabatan, pelatihan, sampai tanda jasa. Tujuannya sederhana. Supaya murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini bisa melihat bahwa jalan panjang tersebut terdiri dari langkah-langkah yang bisa dihitung dan dipelajari.

⚡ Ringkasan
  • Lulus MTs Negeri Salatiga tahun 1988.
  • Masuk jalur Polri lewat Sekolah Bintara Polisi Wanita/Seba Polwan (1991) dan resmi bergelar Sersan Dua/Brigadir Polisi Dua (Serda/Bripda) pada 2 November 1991.
  • Menempuh Strata 1/S1 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian/PTIK (2006), Strata 2/S2 Kajian Ilmu Kepolisian Universitas Indonesia/KIK UI (2012), dan Strata 3/S3 Manajemen Sumber Daya Manusia/MSDM Universitas Negeri Jakarta/UNJ (2017).
  • Menjadi Brigjen Pol. pada 1 Januari 2024.
  • Mengikuti 22 kegiatan kursus, seminar, dan pelatihan, termasuk di Jepang, Korea Selatan, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia.
  • Sejak Desember 2024 memimpin Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri.

1. Kenalan Dulu: Siapa Beliau?

Selama kurang lebih 15 tahun, beliau bertugas di fungsi perencanaan. Isinya bidang pelaksana anggaran, pengendalian anggaran, kebijakan strategi, tata laksana kelembagaan, dan biro Reformasi Birokrasi Polri (RBP). Setelah itu, beliau bergeser ke bidang Sumber Daya Manusia (SDM), menjadi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), lalu bertugas di Hubungan Masyarakat (Humas) Polri sebagai Kepala Bagian Umum Penerangan Masyarakat. Beliau kemudian kembali ke Gharbawiyata Luhur Bhayangkara STIK sebagai Direktur Program Sarjana.

Perhatikan satu hal. Beliau tidak hanya bekerja di satu bidang. Perencanaan, SDM, dunia akademik, komunikasi publik, dan kini penegakan hukum untuk perempuan dan anak. Itu lima “ruangan” yang berbeda, dan beliau masuk ke semuanya.

KeteranganData
NamaBrigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.
Jabatan saat iniDirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri (sejak Desember 2024)
Pangkat saat iniBrigjen Pol. (sejak 1 Januari 2024)
Jenjang menengah pertamaLulus 1988 (alumni MTs Negeri Salatiga)
Awal berdinasSerda/Bripda, 2 November 1991
Gelar akademikS1 (S.I.K.), S2 (M.Si.), S3 (Dr.)

2. Peta Pendidikan: Dari SDN 1985 sampai S3 2017

Riwayat pendidikan beliau terbagi dua jalur: pendidikan umum dan pendidikan Polri. Dua jalur itu berjalan bergantian, bukan saling menggantikan.

Pendidikan UmumTahun LulusPendidikan PolriTahun Lulus
Sekolah Dasar Negeri (SDN)1985Seba Polwan1991
Jenjang Menengah Pertama (MTs Negeri Salatiga)1988D3 Ilmu Kepolisian1997
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN)1991Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polwan1998
S2 KIK UI2012S1 PTIK2006
S3 UNJ (MSDM)2017Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklatpim Tk. II)2017
——Pelatihan Kepemimpinan Nasional/PKN – I2021

Ada dua pola yang menarik dari tabel tersebut.

Pertama, tahun 1991 adalah tahun pintu. Pada tahun yang sama beliau tercatat lulus SMA, mengikuti Seba Polwan, dan menerima pangkat pertama Serda/Bripda pada 2 November 1991. Satu tahun, tiga peristiwa.

Kedua, belajar jalan terus sambil bekerja. Gelar S1 (2006), S2 (2012), dan S3 (2017) semuanya datang setelah beliau berdinas. Riwayat jabatan mencatat, setelah beliau menjadi mahasiswa PTIK, beliau mengikuti pendidikan S2 KIK-UI Angkatan XV pada tahun 2010 sampai 2012. Sebelum memperoleh gelar doktor, beliau sudah menjabat Kepala Subbagian Program Studi (Kasubbag Prodi) S3 STIK PTIK. Artinya beliau mengenal dunia S3 dari dua sisi: sebagai pengelola program, lalu sebagai peserta.

Selisih Tahun Setelah Lulus SMA (1991)
S1 PTIK (2006)
15 tahun
S2 KIK UI (2012)
21 tahun
S3 MSDM UNJ (2017)
26 tahun
💡 Fakta Unik: 2017 adalah Tahun Paling Padat
Pada tahun 2017 tercatat gelar S3 UNJ, Diklatpim Tk. II, pindah jabatan menjadi Kepala Subbagian Monitoring dan Evaluasi Tata Laksana Biro Lembaga dan Tata Laksana Staf Perencanaan Umum dan Anggaran/Kasubbagmonev Tala Rolemtala Srena Polri (14 Juli 2017), dan empat kegiatan pelatihan: Association of Police Training Institusions in Asia/APTA di Korea Selatan (Februari), seminar di Thammasat University Bangkok Thailand (Maret), Special Training Program di Korea Selatan (April), serta penelitian tentang TPPO di Johor Bahru Malaysia (September).

3. Tangga Pangkat: 9 Anak Tangga dalam 32 Tahun

Berikut tangga pangkat beliau. Tinggi batang hanya ilustrasi urutan, bukan skala waktu.

Bripda
1991
Briptu
1997
Ipda
1998
Iptu
2002
AKP
2005
Kompol
2009
AKBP
2014
Kombes
2020
Brigjen
2024
PangkatTanggalLama di pangkat
Serda/Bripda2 November 19915 tahun 5 bulan
Sertu/Briptu1 April 19971 tahun 4 bulan
Letda Pol/Ipda1 Agustus 19983 tahun 5 bulan
Iptu1 Januari 20023 tahun
AKP1 Januari 20054 tahun 6 bulan
Kompol1 Juli 20095 tahun
AKBP1 Juli 20145 tahun 6 bulan
Kombes Pol1 Januari 20204 tahun
Brigjen Pol1 Januari 2024pangkat saat ini
Berapa Lama Beliau di Setiap Pangkat? (dalam tahun)
Serda/Bripda
5,4
Sertu/Briptu
1,3
Letda/Ipda
3,4
Iptu
3,0
AKP
4,5
Kompol
5,0
AKBP
5,5
Kombes
4,0
🔢 Matematika di Balik Karier
Total waktu delapan pangkat sebelum Brigjen: 65 + 16 + 41 + 36 + 54 + 60 + 66 + 48 = 386 bulan atau 32 tahun 2 bulan. Rata-ratanya 386 ÷ 8 ≈ 48 bulan, yaitu sekitar 4 tahun per pangkat. Data tengahnya (median) berada di antara 4,0 dan 4,5 tahun. Pangkat terpanjang adalah AKBP (5,5 tahun), pangkat terpendek adalah Sertu/Briptu (1,3 tahun).

Waktu 32 tahun tersebut selaras dengan tanda jasa Kesetiaan XXXII Tahun pada daftar penghargaan beliau.

Ada satu kebetulan tanggal yang menarik. Beliau menerima pangkat Letda Pol/Ipda pada 1 Agustus 1998, dan riwayat jabatan mencatat jabatan perwira pertamanya, Perwira Pertama Staf Personalia Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesaia (PAMA SPERS MABES ABRI), pada tanggal yang sama: 1 Agustus 1998. Pangkat dan penugasan datang bersamaan. Pada tahun itu juga beliau tercatat mengikuti Setukpa Polwan.

Pelajaran dari diagram tersebut jelas. Tidak ada tangga yang semuanya cepat. Masa terlama beliau justru berada di pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), yaitu 5,5 tahun, tepat sebelum ke Komisaris Besar (Kombes).

4. Riwayat Jabatan: Empat Babak, 19 Catatan

Riwayat jabatan beliau memuat 19 entri, dari 1 Agustus 1998 sampai akhir Desember 2024. Kalau dibaca berurutan, polanya terlihat seperti cerita empat babak.

BabakPeriodeJabatan
I. Perwira awal1998 – 2005PAMA SPERS MABES ABRI (1998); PAUR GARSUS PABAN IV/LAKGAR SRENA POLRI (2000); PAMA POLDA METRO JAYA (2003); PAMIN BAGDALGARTIN RO PROGAR SDERENBANG POLRI (2004); lalu mahasiswa PTIK (2005)
II. Perencanaan dan S22007 – 2013KAURMIN BAG DALSTRA RO JAKSTRA SDERENBANG POLRI (2007); PAMEN POLDA METRO JAYA (2010); PAMEN PTIK untuk S2 KIK-UI (2010–2012); KAURMIN BAGKHIRDIN ROWATPERS SSDM POLRI (2012); KASUBBAGSIUNLURJA BAGKHIRDIN ROWATPERS SSDM POLRI (2013)
III. Prodi S3 dan Perencanaan2015 – 2019KASUBBAG PRODI S3 STIK PTIK (2015); KASUBBAGMONEV TALA ROLEMTALA SRENA POLRI (2017); KASUBBAGLEMWIL BAGLEM ROLEMTALA SRENA POLRI (2018); KABAG JIANALIS ROLEMTALA SRENA POLRI (September 2019)
IV. Akademik, Humas, lalu Direktur2020 – 2024DOSEN UTAMA STIK (Mei 2020); KAPRODI S3 STIK (Juni 2021); KABAGPENUM ROPENMAS DIVHUMAS POLRI (Juni 2022); DIRPROGRAM SARJANA STIK LEMDIKLAT POLRI (Desember 2023); DIRTIPID PPA DAN PPO BARESKRIM POLRI (Desember 2024)

Bagian paling menarik ada di Babak IV. Tiga dari lima jabatan terakhir berada di dunia kampus: dosen utama, ketua program studi S3, lalu direktur program sarjana. Di tengahnya ada jabatan di Humas Polri. Pada 2015 beliau mengurus administrasi program S3, pada 2021 beliau menjadi Kaprodi S3.

Lalu pada Desember 2024, beliau berpindah dari ruang kelas dan kampus ke garis depan penegakan hukum. Dalam kata-kata beliau sendiri, tugas ini adalah amanah. Kata itu penting. Jabatan di sini bukan hadiah, melainkan titipan.

5. Dirtipid PPA dan PPO

Tugas yang diemban sejak Desember 2024 punya tiga sasaran: perempuan, anak, dan kelompok rentan, ditambah pemberantasan TPPO. Ini bukan tugas yang ringan, tapi tugas menghadapi orang-orang yang paling membutuhkan perlindungan.

Apakah beliau datang ke tugas tersebut tanpa persiapan? Jawabannya tidak. Perhatikan urutannya:

TahunKegiatanKaitan dengan tugas sekarang
2013Pelatihan penegakan hukum perempuan dan anak di SemarangFokus perempuan dan anak, digelar di Semarang, tidak jauh dari Salatiga
2017Penelitian di Johor Bahru, Malaysia, tentang TPPOTopik TPPO sudah ditelaah sekitar 7 tahun sebelum memimpin direktoratnya
2025HSU di Penang (Malaysia); kunjungan PICACC (Filipina) dan TICACC (Thailand); kampanye Rise and Speak di Hong Kong dan Guangzhou (Tiongkok); IAWP di Glasgow (Skotlandia); ACCCE di Brisbane (Australia) dan SOM di Melbourne (Australia)Jaringan kerja sama internasional untuk anak dan antiperdagangan orang
2026Lokakarya CTIP-COE tentang perdagangan manusia; workshop isu ketenagakerjaan di rantai pasok sektor perikanan; workshop perlindungan korban penipuan siber (Sri Racha, Thailand, 7–11 September 2026)Isu mutakhir: perdagangan manusia, perburuhan, dan kejahatan siber

Kegiatan yang berkaitan dengan perempuan, anak, dan TPPO muncul dari tahun 2013, 2017, lalu menumpuk sejak 2025.

22 Kegiatan Pelatihan, Dikelompokkan per Periode
1992 – 2013
4 kegiatan
2016 – 2019
7 kegiatan
2021 – 2024
3 kegiatan
2025 – 2026
8 kegiatan

Sekitar sepertiga (8 dari 22) kegiatan tercatat setelah beliau menerima amanah Dirtipid pada Desember 2024.

Jejak Internasional

Negara/WilayahKegiatan
JepangComparative Study of Police System (2008); Shortcourse Ilmu Kepolisian (26 Juli – 2 Agustus 2016); Short Course MSDM (November 2019)
Korea SelatanAPTA di Korean National Police University (21–24 Februari 2017); Special Training Program (18–21 April 2017); Short Course Korea/KNPU/KPIA (Maret 2024)
ThailandSeminar internasional di Thammasat University Bangkok (10 Maret 2017); kunjungan TICACC; Lokakarya CTIP-COE (23–24 April 2026); workshop sektor perikanan (4–5 Juni 2026); workshop perlindungan korban penipuan siber di Sri Racha (7–11 September 2026)
MalaysiaPenelitian TPPO di Johor Bahru (September 2017); HSU di Penang (17–18 Februari 2025)
Inggris dan SkotlandiaTim advance kerja sama Lemdiklat Polri dengan Coventry University London (Desember 2021); IAWP Training Conference di Glasgow (September 2025)
Amerika SerikatKonferensi pelatihan IADLEST di Phoenix, Arizona (Juni 2024)
FilipinaKunjungan ke PICACC
Hong Kong dan Guangzhou (Tiongkok)Kampanye Rise and Speak (1–8 Agustus 2025)
AustraliaKunjungan ke ACCCE di Brisbane dan kegiatan SOM di Melbourne (29 September – 3 Oktober 2025)

Di dalam negeri, daftar pelatihan juga mencatat simposium internasional di Universitas Indonesia/UI Depok (30 September 2010), seminar internasional “Best Practices on Handling Terrorism” di PTIK (22 Februari 2018), dan pelatihan komputer Dasar Bintara (Dasba) Operator Komputer Pertahanan Keamanan (Hankam) pada tahun 1992.

6. Tanda Jasa: 10 Penghargaan, 1 Kesetiaan

KelompokTanda Jasa
Kesetiaan (4 tingkat)Kesetiaan VIII Tahun, XVI Tahun, XXIV Tahun, dan XXXII Tahun
Karya dan pendidikanKarya Bhakti; Bhakti Pendidikan
Bintang dan kehormatanBintang Nararya; Ksatria Bhayangkara
Pin Emas (2)Penguatan Kelembagaan (Juni 2020); Pengungkapan Kasus di Dirtipid PPA dan PPO (2025 s.d. 2026)

Pola paling mudah dilihat ada pada tanda Kesetiaan: 8, 16, 24, 32. Itu kelipatan delapan. Murid yang suka matematika langsung melihatnya sebagai barisan aritmetika dengan beda 8. Jika dihitung dari 2 November 1991, tahun ke-32 jatuh pada November 2023. Hal ini selaras dengan lama dinas beliau.

Dua Pin Emas juga menarik. Yang pertama untuk penguatan kelembagaan (Juni 2020), yang kedua untuk pengungkapan kasus di Dirtipid PPA dan PPO (2025 sampai 2026). Satu menghargai kerja di dalam organisasi, satu lagi menghargai hasil kerja lapangan.

7. Enam Pelajaran untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga

No.PelajaranBukti
1Jalani sekolahmu dengan rapiSD 1985, jenjang menengah pertama 1988, SMA 1991: tiga langkah awal dengan jarak teratur
2Belajar tidak berhenti setelah bekerjaS1 2006, S2 2012, S3 2017, Diklatpim Tk. II 2017, PKN–I 2021
3Sabar di tangga yang panjang5,5 tahun di pangkat AKBP, rata-rata sekitar 4 tahun per pangkat
4Berani membuka dunia22 kegiatan, 11 negara/wilayah
5Kuasai keterampilan dasar sejak diniDasba Operator Komputer Hankam, 1992
6Jabatan adalah amanahSemua jabatan, termasuk jabatan saat ini, yaitu Dirtipid adalah amanah

Kalau harus dipilih satu, pilihlah pelajaran nomor 3. Banyak murid kecewa karena merasa lambat. Padahal perjalanan beliau menunjukkan bahwa 32 tahun itu terdiri dari fase cepat dan fase lama. Fase lama bukan tanda gagal. Fase lama sering kali adalah masa menyiapkan diri.

8. Tanya Jawab Singkat

Siapa Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.?

Beliau adalah alumni MTs Negeri Salatiga lulusan 1988 yang sejak Desember 2024 menjabat Dirtipid PPA dan PPO Bareskrim Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Kapan beliau menjadi Brigjen Pol.?

Pada 1 Januari 2024. Pangkat sebelumnya, Kombes Pol, disandang sejak 1 Januari 2020.

Apa tugas Dirtipid PPA dan PPO?

Sebagai garda terdepan Polri dalam memberikan pelindungan dan penanganan kasus perempuan, anak, kelompok rentan, serta pemberantasan TPPO.

Pendidikan tertinggi beliau apa?

S3 di UNJ (MSDM), lulus tahun 2017. Sebelumnya S2 KIK UI (2012) dan S1 PTIK (2006).

Jalan Panjang Dimulai dari Bangku Sekolah yang Sama

Perjalanan Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si. tidak bisa diringkas dengan satu kata “beruntung”. Ada 9 tingkat pangkat, 19 catatan jabatan, 22 kegiatan belajar, 3 jenjang gelar, dan 10 tanda jasa. Semua itu dikerjakan satu per satu, selama 32 tahun lebih.

Untuk murid-murid di MTs Negeri Salatiga: kelas yang kalian duduki saat ini adalah tempat yang sama, setidaknya dalam hal semangatnya, dengan tempat beliau memulai. Tidak ada jaminan hasil yang sama. Tetapi pola yang tampak dari data ini bisa kalian tiru: sekolah dengan rapi, terus belajar, sabar di tangga yang lama, dan berani melihat dunia yang lebih luas.

📢 Bagikan ke Teman Satu Kelas
Kalau artikel ini membuatmu merasa “oh, ternyata kakak alumni kita bisa sampai sejauh itu”, bagikan ke teman-temanmimu. Siapa tahu dia juga sedang butuh semangat hari ini.
Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan "Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama