Berlatih Soal TKA Matematika SD MI dan Alternatif Penyelesaiannya (Pretes 2)

Latihan TKA Matematika SD/MI 2026: 5 Soal Bilangan Bulat Negatif dan Suhu, Dibahas Langkah demi Langkah dengan Cara Mudah!
Pretes 2 • Alternatif Penyelesaian • miftahmath.com

Suhu bisa naik, suhu juga bisa turun. Kalau suhunya turun sampai di bawah nol, hasilnya menjadi bilangan negatif. Nah, apakah kamu sudah berani menghitungnya? Di artikel ini, kita membahas lima soal Pretes 2 Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika Sekolah Dasar/Madrasah Tsanawiyah (SD/MI) dengan cara yang sederhana: pakai garis bilangan, tabel, dan hitungan yang sudah kamu pelajari di kelas. Ayo kita mulai!

Kunci Cepat yang Perlu Diingat
Naik berarti ditambah (+). Turun berarti dikurangi (−). Di garis bilangan, naik berarti bergerak ke kanan dan turun berarti bergerak ke kiri.
1.  Suhu Pegunungan
Soal Nomor 1

Stimulus:
Di sebuah pegunungan, suhu pada pagi hari adalah −5 °C. Pada siang hari, suhunya naik 10 °C. Namun, pada malam hari, suhunya turun 7 °C.

Pertanyaan: Suhu pegunungan pada malam hari adalah ... °C.

A. −2
B. 2
C. 8
D. 12

Alternatif Penyelesaian Soal Nomor 1

Langkah 1. Suhu pagi hari adalah −5 °C. Ini adalah titik awal kita.

Langkah 2. Siang hari suhu naik 10 °C, jadi kita tambah: −5 + 10 = 5. Caranya, dari −5 naik 5 langkah sampai 0, lalu naik 5 langkah lagi sampai 5.

Langkah 3. Malam hari suhu turun 7 °C, jadi kita kurangi: 5 − 7 = −2. Caranya, dari 5 turun 5 langkah sampai 0, lalu turun 2 langkah lagi sampai −2.

-6-5-4-3-2-10123456+10 (siang)−7 (malam)
WaktuSuhuPerubahan
Pagi−5 °C—
Siang−5 + 10 = 5 °Cnaik 10
Malam5 − 7 = −2 °Cturun 7
Jadi, jawabannya A. −2
Suhu pegunungan pada malam hari adalah −2 °C.
2.  Penyelam di Bawah Laut
Soal Nomor 2

Stimulus:
Seorang penyelam berada pada kedalaman 10 meter di bawah permukaan laut. Kemudian ia berenang ke atas sepanjang 7 meter, lalu turun lagi 4 meter.

Pertanyaan: Jika kedalaman laut bernilai negatif, maka penyelam tersebut saat ini berada pada kedalaman ... meter.

A. −5
B. −6
C. −7
D. −8

Alternatif Penyelesaian Soal Nomor 2

Langkah 1. Karena kedalaman laut bernilai negatif, posisi awal penyelam adalah −10 meter.

Langkah 2. Berenang ke atas 7 meter berarti mendekati permukaan, jadi kita tambah: −10 + 7 = −3.

Langkah 3. Turun lagi 4 meter berarti makin dalam, jadi kita kurangi: −3 − 4 = −7.

KejadianKedalamanKeterangan
Awal−10 meter—
Ke atas 7 meter−10 + 7 = −3 meterLebih dekat ke permukaan
Turun 4 meter−3 − 4 = −7 meterLebih dalam
Jadi, jawabannya C. −7
Penyelam berada pada kedalaman −7 meter.
3.  Makanan Beku di Lemari Pendingin
Soal Nomor 3

Stimulus:
Ibu membeli 4 bungkus makanan beku. Setiap bungkus mengalami penurunan suhu sebesar −6 °C di dalam lemari pendingin.

Pertanyaan: Jika semua penurunan suhunya ditambahkan, berapa total penurunan suhu dari semua bungkus makanan beku tersebut?

A. −10 °C
B. −12 °C
C. −20 °C
D. −24 °C

Alternatif Penyelesaian Soal Nomor 3

Langkah 1. Ada 4 bungkus makanan beku dan tiap bungkus turun −6 °C. Menambahkan semuanya berarti: (−6) + (−6) + (−6) + (−6).

Langkah 2. Hitung satu per satu: −6 + (−6) = −12, lalu −12 + (−6) = −18, lalu −18 + (−6) = −24.

Langkah 3. Cara cepatnya adalah perkalian: 4 × 6 = 24, dan karena setiap penurunan bernilai negatif, hasilnya −24.

Banyak bungkusTotal penurunan suhu
1−6 °C
2−12 °C
3−18 °C
4−24 °C
Jadi, jawabannya D. −24 °C
Total penurunan suhu semua bungkus adalah −24 °C.
4.  Suhu Kota P dan Kota Q
Soal Nomor 4

Stimulus:
Dua kota mengalami perubahan suhu yang berbeda. Kota P suhunya turun sebanyak 6 °C dari 2 °C, sedangkan kota Q suhunya naik sebanyak 5 °C dari −3 °C.

Pertanyaan: Pernyataan yang tepat mengenai suhu pada kedua kota tersebut adalah ....

Pilihlah jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.

☐ A. suhu akhir pada kota P lebih hangat daripada kota Q
☐ B. selisih suhu kedua kota adalah 6 °C
☐ C. suhu akhir kota Q adalah 2 °C

Alternatif Penyelesaian Soal Nomor 4

Langkah 1. Cari suhu akhir kota P. Turun 6 °C dari 2 °C: 2 − 6 = −4 °C.

Langkah 2. Cari suhu akhir kota Q. Naik 5 °C dari −3 °C: −3 + 5 = 2 °C.

Langkah 3. Periksa tiap pernyataan. Ingat, makin besar bilangannya, makin hangat suhunya.

OpsiPernyataanPemeriksaanHasil
ASuhu akhir kota P lebih hangat daripada kota Q−4 °C dibanding 2 °C. Karena −4 lebih kecil dari 2, kota P justru lebih dingin.SALAH
BSelisih suhu kedua kota adalah 6 °CDari −4 ke 2 ada 4 langkah sampai 0, lalu 2 langkah lagi, jadi 4 + 2 = 6 °C.BENAR
CSuhu akhir kota Q adalah 2 °CSesuai hasil langkah 2.BENAR
Jadi, jawabannya B dan C
Suhu akhir kota P adalah −4 °C dan kota Q adalah 2 °C. Pernyataan yang tepat adalah B (selisih 6 °C) dan C (suhu akhir kota Q 2 °C).
5.  Suhu Es Krim
Soal Nomor 5

Stimulus:
Suhu es krim di lemari es mula-mula −3 °C. Lalu es krim tersebut dikeluarkan dari lemari es. Setiap 4 menit suhu es krim naik 2 °C.

Pertanyaan: Suhu es krim setelah 16 menit dikeluarkan dari lemari es adalah ....

A. 5 °C
B. 8 °C
C. 13 °C
D. 21 °C

Alternatif Penyelesaian Soal Nomor 5

Langkah 1. Hitung dulu berapa kali suhu naik. Setiap 4 menit naik sekali, jadi dalam 16 menit ada 16 ÷ 4 = 4 kali kenaikan.

Langkah 2. Setiap kenaikan sebesar 2 °C, jadi total kenaikan adalah 4 × 2 = 8 °C.

Langkah 3. Tambahkan ke suhu awal: −3 + 8 = 5 °C. Kita cek dengan tabel berikut.

Menit ke-Suhu es krim
0−3 °C
4−3 + 2 = −1 °C
8−1 + 2 = 1 °C
121 + 2 = 3 °C
163 + 2 = 5 °C
Jadi, jawabannya A. 5 °C
Setelah 16 menit dikeluarkan, suhu es krim menjadi 5 °C.
NomorJawaban
1A. −2 °C
2C. −7 meter
3D. −24 °C
4B dan C
5A. 5 °C
Rangkuman
Setiap soal tersebut selesai dengan dua kebiasaan sederhana: naik berarti tambah, turun berarti kurang, dan gunakan garis bilangan atau tabel supaya langkahmu rapi. Teruslah berlatih, ya, karena setiap soal yang kamu kerjakan membuatmu makin percaya diri!

Kunjungi miftahmath.com untuk latihan soal TKA Matematika lainnya, lengkap dengan alternatif penyelesaian yang mudah dipahami.

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan "Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama