RIZAL IRVAN AMIN, S.H., M.H.: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA (LULUS 2013), 10 PENGHARGAAN DARI TINGKAT KOTA SAMPAI INTERNASIONAL, KINI MEMIMPIN SUBSEKSI INTELIJEN KEJAKSAAN NEGERI BALIKPAPAN

Rizal Irvan Amin, S.H., M.H., alumni MTs Negeri Salatiga lulusan 2013
Profil Alumni MTs Negeri Salatiga
Rizal Irvan Amin, S.H., M.H.
Lulus MTs Negeri Salatiga 2013
Kepala Subseksi II Seksi Intelijen
Kejaksaan Negeri Balikpapan (2026 – sekarang)

Ada murid yang duduk di kelas madrasah sambil bertanya dalam hati, “Apakah anak dari madrasah seperti saya bisa sampai ke tempat yang tinggi?” Jawabannya tertulis rapi dalam diri Rizal Irvan Amin, S.H., M.H. Daftar pendidikannya memuat satu baris nama madrasah: Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga, lulus tahun 2013. Dari baris tersebut, perjalanannya terus bergerak: Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Salatiga, Strata 1/S1 dan Strata 2/S2 Ilmu Hukum di Universitas Sebelas Maret Surakarta, sampai jabatan struktural di Kejaksaan Negeri Balikpapan.

Ringkasan:
▪ Penghargaan: 10 butir, dari tingkat kota (1 butir) sampai internasional (3 butir)
▪ Jabatan terkini (2026 – sekarang): Kepala Subseksi II (Ekonomi, Moneter, dan Pengamanan Pembangunan Strategis), Seksi Intelijen, Kejaksaan Negeri Balikpapan
▪ Lulus MTs Negeri Salatiga: Tahun 2013
▪ Gelar: S.H. (2020) dan M.H. (2022), keduanya Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta

1. Riwayat Pendidikan

Tiga jenjang pertamanya berada di kota kelahirannya, Salatiga: Sekolah Dasar/SD Islam Al-Azhar 22 Salatiga (lulus 2010), MTs Negeri Salatiga (lulus 2013), dan SMA Negeri 1 Salatiga (lulus 2016).

Tahun LulusJenjang/InstitusiCatatan
2010SD Islam Al-Azhar 22 SalatigaFondasi pendidikan dasar di Salatiga
2013MTs Negeri SalatigaMadrasah tempat Rizal lulus jenjang menengah pertama
2016SMA Negeri 1 SalatigaJenjang menengah atas, masih di Salatiga
2020S1 Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret SurakartaEmpat tahun setelah lulus SMA
2022S2 Ilmu Hukum, Universitas Sebelas Maret SurakartaDua tahun setelah S1

Ada hitungan sederhana yang menarik. Rizal lulus S1 pada usia sekitar 22 tahun dan S2 pada usia sekitar 24 tahun. Jarak S1 ke S2 hanya dua tahun. Jeda itu langsung disambung dengan jabatan pertama di Kejaksaan.

2. Sepuluh Penghargaan dari Tingkat Kota sampai Internasional: Tangga Prestasi yang Dibangun Bertahap

Bagian Penghargaan memuat sepuluh butir. Jika dibaca satu per satu, tampak jelas bahwa prestasi Rizal dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan murid: nilai ujian. Butir pertamanya adalah Nilai Ujian Nasional Tertinggi Ke-3 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) se-Kota Salatiga. Setelah itu, jalurnya melebar ke karya tulis ilmiah, beasiswa, forum akademik internasional, hingga seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

No.PenghargaanJenis
1Nilai Ujian Nasional (UN) Tertinggi Ke-3 IPS se-Kota SalatigaPrestasi akademik, tingkat kota
2Finalis Terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Indonesia Young Leader SummitKarya tulis, nasional
3Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Pekan Raya Hukum Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)Karya tulis, nasional
4Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA)Beasiswa
5Best Presentation Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Special Education in Action Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)Karya tulis, nasional
6Best Paper dalam acara The 7th Asian Academic Society International Conference, ThailandKarya tulis, internasional
7Mahasiswa Berprestasi Tingkat Kejuaraan Internasional Universitas Sebelas Maret SurakartaPrestasi akademik, internasional
8Beasiswa Pascasarjana Studi S2 Universitas Sebelas Maret SurakartaBeasiswa
9Juara 2 The International Sustainable Development Goals (SDGs) Essay CompetitionKarya tulis, internasional
10Peringkat 9 Nasional Penerimaan CPNS Kejaksaan Republik Indonesia jalur CumlaudeSeleksi karier, nasional
Grafik 1. Penghargaan menurut jangkauan (total 10 butir)
Internasional
3
Nasional
4
Tingkat Kota
1
Beasiswa
2
Grafik 2. Penghargaan menurut jenis (total 10 butir)
Karya tulis/paper/esai
5
Prestasi akademik & seleksi
3
Beasiswa
2

Tabel berikut menyusun sepuluh penghargaan tersebut dari anak tangga paling bawah sampai paling atas.

Anak tanggaJumlahPenghargaan
Tingkat kota1No. 1: Nilai UN tertinggi ke-3 IPS se-Kota Salatiga
Tingkat nasional4No. 2, 3, 5, dan 10: finalis terbaik LKTI Indonesia Young Leader Summit, finalis LKTI Pekan Raya Hukum UMY, Best Presentation LKTI UNY, dan peringkat 9 nasional CPNS Kejaksaan RI
Tingkat internasional3No. 6, 7, dan 9: Best Paper konferensi di Thailand, Mahasiswa Berprestasi Tingkat Kejuaraan Internasional Universitas Sebelas Maret Surakarta, dan Juara 2 The International SDGs Essay Competition
Beasiswa2No. 4 dan 8: Beasiswa PPA dan Beasiswa Pascasarjana S2 Universitas Sebelas Maret Surakarta

Dua grafik tersebut memperlihatkan hal yang patut dicatat. Setengah dari seluruh penghargaan (lima dari sepuluh) berkaitan dengan menulis: karya tulis ilmiah, paper, dan esai. Tiga butir berada di panggung internasional, yaitu konferensi di Thailand, kejuaraan mahasiswa berprestasi internasional, dan kompetisi esai SDGs. Dua butir lain berupa beasiswa, termasuk beasiswa untuk S2. Kemampuan menulis, berpikir sistematis, dan menyampaikan gagasan adalah benang merah yang paling terlihat.

Pelajaran untuk murid MTs Negeri Salatiga: kebiasaan menulis, mengikuti lomba karya tulis, dan berani presentasi bukan hanya kegiatan tambahan. Kegiatan seperti itu mengisi separuh daftar penghargaannya. Mulailah dari tugas menulis di kelas, majalah dinding, atau lomba karya tulis tingkat sekolah atau madrasah.

3. Puncak Daftar: Peringkat 9 Nasional CPNS Kejaksaan RI Jalur Cumlaude

Butir kesepuluh paling menentukan arah kariernya: Peringkat 9 Nasional Penerimaan CPNS Kejaksaan Republik Indonesia (RI) jalur Cumlaude. Dua hal bisa dibaca di sini. Pertama, ada kata jalur Cumlaude, yang menunjukkan bahwa capaian akademik di perguruan tinggi memiliki peran dalam pintu masuk kariernya. Kedua, ada peringkat 9 nasional, yang menempatkannya di jajaran atas pelamar secara nasional.

4. Kini Memimpin Subseksi Intelijen: Lintasan Karier Menuju Kejaksaan Negeri Balikpapan

Riwayat pekerjaan Rizal dibagi dalam empat tahap. Bila ditempatkan berurutan, tampak perjalanan dari fungsi analisis, ke fungsi jaksa, lalu ke jabatan struktural yang makin spesifik.

PeriodeJabatanUnit/Satuan Kerja
2022 – 2023Analis Penuntutan (Calon Ajun Jaksa Madya)Kejaksaan Negeri Surabaya
2024 – 2025Jaksa FungsionalKejaksaan Negeri Penajam Paser Utara
2025 – 2026Kepala Subseksi Penuntutan, Upaya Hukum Luar Biasa dan EksekusiSeksi Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara
2026 – sekarangKepala Subseksi II (Ekonomi, Moneter, dan Pengamanan Pembangunan Strategis)Seksi Intelijen, Kejaksaan Negeri Balikpapan

Ada beberapa catatan yang menarik dari tabel tersebut. Pertama, jabatan awal di Kejaksaan Negeri Surabaya berstatus calon (“Calon Ajun Jaksa Madya”), yaitu fase pembelajaran sebelum menjadi jaksa fungsional. Kedua, pada tahun 2024 – 2025 Rizal tercatat sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara. Ketiga, pada tahun 2025 – 2026 ia masih di satuan kerja yang sama, tetapi naik ke jabatan struktural, yaitu Kepala Subseksi pada Seksi Tindak Pidana Khusus. Keempat, mulai tahun 2026, ia berpindah ke Kejaksaan Negeri Balikpapan sebagai Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen, dengan lingkup ekonomi, moneter, dan pengamanan pembangunan strategis.

Jabatan terkini: sejak tahun 2026, Rizal tercatat sebagai Kepala Subseksi II (Ekonomi, Moneter, dan Pengamanan Pembangunan Strategis) pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Balikpapan. Perhatikan pula perubahan bidangnya: jabatan sebelumnya berada di Seksi Tindak Pidana Khusus (Kejaksaan Negeri Penajam Paser Utara), sedangkan jabatan sekarang berada di Seksi Intelijen.
Grafik 3. Jumlah tahun kalender yang tercantum pada tiap pos jabatan
Analis Penuntutan, Surabaya (2022–2023)
2
Jaksa Fungsional, PPU (2024–2025)
2
Kasubsi Penuntutan, PPU (2025–2026)
2
Kasubsi II Intelijen, Balikpapan (2026–kini)
1

Perhatikan juga betapa pendeknya satu pos jabatan dan betapa cepatnya berganti peran. Dalam rentang tahun 2022 sampai 2026, terdapat empat jabatan di tiga kota: Surabaya, Penajam Paser Utara, dan Balikpapan. Pelajaran bagi murid: kemampuan beradaptasi di tempat baru adalah bagian dari karier dan kebiasaan tersebut dilatih sejak muda.

5. Madrasah, Hukum, dan Keadilan

Dari satu madrasah negeri di Salatiga, latar belakang tersebut tidak menghalanginya menembus kampus besar, kompetisi nasional dan internasional, hingga institusi penegak hukum. Lambang timbangan keadilan menggambarkan bidang yang ia tekuni: hukum dan penegakannya. Nilai yang bisa kita tarik untuk madrasah: disiplin belajar, kejujuran, dan keberanian berkompetisi secara sehat.

Penghargaan/JabatanMakna bagi murid
Nilai UN tertinggi ke-3 IPS se-Kota SalatigaNilai yang baik di tingkat sekolah menengah bisa menjadi penanda awal potensi
Lima penghargaan terkait karya tulis/paper/esaiBiasakan menulis; tulisan membuka pintu ke forum nasional dan internasional
Dua beasiswa (PPA dan S2 UNS)Prestasi akademik membuka peluang besar memperoleh beasiswa
Peringkat 9 nasional CPNS jalur CumlaudeKerja keras bertahun-tahun bertemu momen seleksi dengan hasil yang luar biasa
Empat jabatan dalam empat tahap karierKarier tumbuh bertahap; fokus pada tugas yang sedang dijalani

6. Pesan Rizal: “Do What You Love, and Good Things Will Follow”

Rizal menuliskan pesannya dalam bahasa Inggris: “do what you love, and good things will follow.” Kalimat tersebut singkat, tetapi cocok dibaca bersama deretan penghargaannya. Menyukai apa yang dikerjakan membuat seseorang bertahan lama di bidang tersebut: menulis, berlomba, belajar, dan melayani.

7. Lima Pesan untuk Murid MTs Negeri Salatiga

1Mulai dari yang ada di depan mata. Rizal memulai dari nilai ujian di sekolahnya sendiri. Belajarlah sungguh-sungguh di kelas, karena itulah bahan bakar pertama.
2Biasakan menulis. Separuh penghargaan terkait tulisan. Berlatihlah menulis sejak sekarang.
3Berani tampil di luar kota, bahkan luar negeri. Konferensi di Thailand dan kompetisi esai internasional menunjukkan keberanian melangkah lebih jauh.
4Siapkan diri untuk seleksi. Peringkat 9 nasional pada seleksi CPNS lahir dari kesiapan akademik bertahun-tahun.
5Cintai prosesnya. Pesan Rizal sendiri: lakukan yang kamu cintai, maka hal-hal baik mengikuti.

8. Penutup

Rizal Irvan Amin, S.H., M.H. adalah bukti nyata bahwa lulusan MTs Negeri Salatiga mampu menapaki jalan yang panjang: dari Salatiga ke Surakarta untuk kuliah, ke Surabaya, Penajam Paser Utara, hingga Balikpapan untuk mengabdi. Sepuluh penghargaan dari tingkat kota sampai internasional mengantarnya ke jabatan Kepala Subseksi II pada Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Balikpapan. Perjalanan tersebut menuntut ketekunan, kemampuan menulis, keberanian berkompetisi, dan kemauan terus belajar. Untuk murid MTs Negeri Salatiga saat ini: tempat kalian belajar sekarang adalah tempat yang sama dengan Rizal belajar. Tugas kita adalah menulis bab kita masing-masing.

Semoga artikel ini menjadi motivasi bagi murid, guru, orang tua, dan seluruh keluarga besar MTs Negeri Salatiga.

Posting Komentar untuk "RIZAL IRVAN AMIN, S.H., M.H.: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA (LULUS 2013), 10 PENGHARGAAN DARI TINGKAT KOTA SAMPAI INTERNASIONAL, KINI MEMIMPIN SUBSEKSI INTELIJEN KEJAKSAAN NEGERI BALIKPAPAN"