MUHAMAD ISHAQ: Alumni MTs Negeri Salatiga (Lulus 2010), Kerja Di PT Exitama, Kuliah Arsitektur di Jakarta, Mendirikan CV Bratadikara

PROFIL ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA
MUHAMAD ISHAQ
Lulus 2010 • Arsitek • Kontraktor Interior

Tiga frasa merangkum perjalanan Muhamad Ishaq, alumni MTs Negeri Salatiga yang lulus pada tahun 2010: kerja di Perseroan Terbatas (PT) Exitama, kuliah arsitektur di Jakarta, dan mendirikan Persekutuan Komanditer atau Commanditaire Vennootschap (CV) Bratadikara. Ketiganya tercatat berurutan dalam data perjalanannya dan satu hal yang menarik: jejak kerja dan jejak kuliah berjalan pada tahun-tahun yang sama. Sebelum ketiga jejak tersebut, ada jalur panjang dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Maarif Tingkir Lor Salatiga, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga, hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Salatiga.

Dari Kerja, Kuliah, hingga Usaha: Tiga Jejak Utama

JEJAK 1: KERJA
PT Exitama, 2013-2019.
Menganalisis data dan memantau lapangan, merancang rencana anggaran belanja, serta memimpin pelaksanaan pembangunan.
JEJAK 2: KULIAH
Strata 1/S1 Arsitektur,
Universitas Mercu Buana Jakarta, 2015-2019.
Empat tahun pendidikan arsitektur di ibu kota.
JEJAK 3: USAHA
CV Bratadikara Grha Interior, 2020-sekarang.
Merancang bangunan, melaksanakan pembangunan, desain dan build arsitektur, interior, serta eksterior.

Profil Singkat

NamaMuhamad Ishaq
DomisiliCibubur, Jakarta Timur
Jabatan profesionalKontraktor Interior
Pendidikan tertinggiS1 Arsitektur, Universitas Mercu Buana Jakarta (2015-2019)
UsahaCV Bratadikara Grha Interior (tercatat 2020-sekarang), akun Instagram bisnis: bratadikara_interior

Peta Waktu: Dari MI Hingga Pemilik Jalur Sendiri

Diagram berikut memetakan seluruh tahun yang tercantum pada satu garis waktu (2001-2026). Panjang batang sebanding dengan lamanya masa tersebut.

Tahap2001 → 2026
MI Ma'arif Tingkir Lor Salatiga (2001-2007)
6 th
MTs Negeri Salatiga
(2007-2010)
3 th
SMK Negeri 2 Salatiga
(2010-2013)
3 th
PT Exitama Jakarta (2013-2019)
6 th
S1 Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta (2015-2019)
4 th
CV Bratadikara Bekasi Jawa Barat (2020-sekarang)
±6 th

Sebelum Tiga Jejak: Madrasah dan SMK

Jalur pendidikan Ishaq dimulai di MI Maarif Tingkir Lor Salatiga pada tahun 2001 sampai 2007, kemudian berlanjut di MTs Negeri Salatiga pada tahun 2007 sampai 2010. Artinya, sembilan tahun pertama pendidikannya ditempuh di lingkungan madrasah. Sembilan tahun tersebut adalah masa ketika kebiasaan belajar, disiplin waktu, dan cara bergaul biasanya terbentuk. Ia menyelesaikan pendidikan di MTs Negeri Salatiga pada tahun 2010.

Setelah lulus, jalurnya berbelok ke pendidikan kejuruan: SMK Negeri 2 Salatiga (2010-2013). Perpindahan dari madrasah ke SMK sering dianggap "pindah haluan". Kalau dilihat dari hasil akhirnya, belokan tersebut justru menjadi penghubung penting. Ia lulus SMK pada tahun 2013 dan pada tahun yang sama tercatat mulai bekerja di PT Exitama. Untuk murid yang sekarang bimbang antara melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA), Sekolah menengah Atas (SMA), atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), data ini menunjukkan bahwa lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) bisa masuk ke dunia kerja teknis tanpa kehilangan arah.

Jejak 1: Kerja di PT Exitama (2013-2019)

Tercatat tiga tugas di PT Exitama. Ketiganya tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk satu rantai kerja: mulai dari mengumpulkan fakta, mengubahnya menjadi angka, lalu memimpin pelaksanaan.

1. Menganalisis data dan memantau kinerja di lapangan
Tugas ini melatih kebiasaan melihat kenyataan di lokasi, bukan hanya di meja. Hasil pemantauan menjadi bahan keputusan berikutnya.
2. Merancang rencana anggaran belanja
Di sini data lapangan berubah menjadi hitungan biaya. Kesalahan kecil pada volume atau harga satuan akan terbawa ke total anggaran.
3. Memimpin pelaksanaan pembangunan
Tahap terakhir menuntut kemampuan memimpin orang. Rencana yang bagus tetap gagal jika pelaksanaannya tidak dikoordinasi.

Perhatikan kata kerjanya: menganalisis, merancang, memimpin. Ketiganya naik tingkat dari yang bersifat mengamati sampai yang bersifat memutuskan. Pada tahun 2013, saat tercatat mulai bekerja, Ishaq masih berusia sekitar 18 sampai 19 tahun, luar biasa...

Jejak 2: Kuliah Arsitektur di Jakarta (2015-2019)

Pada tahun 2015, Ishaq tercatat masuk S1 Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta dan studi tersebut berakhir pada tahun 2019. Ia sudah bekerja di PT Exitama sejak tahun 2013, sehingga saat mulai kuliah ia telah memiliki sekitar dua tahun pengalaman kerja. Kebanyakan orang menempuh pendidikan dulu, baru bekerja. Dalam data tersebut urutannya terbalik atau setidaknya berjalan paralel.

PembandingKerja (PT Exitama)Kuliah (Mercu Buana)
Mulai20132015
Selesai20192019
Lama6 tahun4 tahun
Tumpang tindih2015-2019 (4 tahun)
LokasiJakartaJakarta

Dengan latar tersebut, pendidikan arsitektur dapat dibaca untuk melengkapi pengalaman lapangan yang sudah berjalan: kerangka perancangan di kampus, kebiasaan membaca anggaran dan memimpin pelaksanaan di tempat kerja. Keduanya selesai pada tahun yang sama, 2019.

Jejak 3: Mendirikan dan Menjalankan CV Bratadikara (2020-Sekarang)

Tahun 2020, tercatat nama baru: CV Bratadikara Grha Interior. Tiga tugasnya adalah merancang bangunan komersial dan non-komersial, melaksanakan pembangunan infrastruktur, serta melakukan desain dan build untuk arsitektur, interior, dan eksterior.

AspekPT Exitama (2013-2019)CV Bratadikara (2020-sekarang)
FokusPemantauan, anggaran, pelaksanaanPerancangan sekaligus pembangunan
LingkupPembangunanBangunan komersial dan non-komersial; arsitektur, interior, eksterior
Sifat peranMemimpin pelaksanaanMerancang dan melaksanakan

Istilah design and build berarti satu pihak mengerjakan perancangan sekaligus pembangunan. Keuntungannya secara umum: desain tidak berhenti sebagai gambar, karena perancangnya ikut menanggung hasil di lapangan. Hal ini sejalan dengan pendidikan arsitektur, lalu pengalaman anggaran dan pelaksanaan.

Enam Kemampuan, Tiga Rumpun

Rumpun Manajemen
• Mengelola perusahaan
• Mengelola tenaga kerja/staf
Rumpun Keuangan
• Mengelola keuangan perusahaan
• Menganalisa rencana anggaran biaya
Rumpun Komunikasi & Produksi
• Komunikasi dengan klien serta marketing
• Kerja sama tim dan produksi workshop

Dari enam butir kemampuan tersebut, dua berhubungan langsung dengan angka (keuangan dan rencana anggaran biaya), dua dengan orang (staf dan klien), dua dengan sistem kerja (perusahaan dan produksi workshop). Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan teknis menggambar bangunan hanya sebagian dari profil seorang kontraktor. Sisanya adalah kemampuan mengatur uang, orang, dan proses.

Lima Pelajaran untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga

No.PelajaranDasar Fakta
1Madrasah bukan penghalang untuk dunia teknik dan pembangunan.MI, MTs, lalu SMK dan S1 Arsitektur
2Mulai bekerja lebih awal tidak menutup jalan kuliah.PT Exitama 2013-2019 berimpit dengan kuliah 2015-2019
3Kemampuan hitung adalah modal profesi, bukan sekadar pelajaran sekolah.Rencana Anggaran Biaya (RAB), anggaran belanja, keuangan perusahaan
4Memimpin dimulai dari memahami data lapangan.Tugas: analisis data, pemantauan, memimpin pelaksanaan
5Kemampuan komunikasi dan kerja tim sama pentingnya dengan keahlian teknis.Klien, marketing, tim, staf

Penutup

Bila seluruh isi profil ini dirangkum dalam satu kalimat, bunyinya begini: Muhamad Ishaq, lahir 1994 di Kabupaten Semarang, menempuh pendidikan di MI Maarif Tingkir Lor Salatiga, MTs Negeri Salatiga, lanjut ke SMK Negeri 2 Salatiga, bekerja di PT Exitama sejak tahun 2013, menyelesaikan S1 Arsitektur Universitas Mercu Buana Jakarta pada tahun 2019, dan sejak tahun 2020 bekerja di CV Bratadikara Grha Interior, dengan pengalaman kerja sudah lebih dari 10 tahun.

Untuk murid-murid MTs Negeri Salatiga, kisah ini tidak menjanjikan jalan pintas. Yang tampak justru kerja bertahap yang konsisten: belajar, bekerja, menghitung, memimpin, lalu membangun usaha sendiri.

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama