AERLA AYUSTATA DIAS: Alumni MTs Negeri Salatiga (Lulus 2012), Lulusan Terbaik PGMI IAIN Salatiga dengan IPK 3,87 Cumlaude dalam 3,5 Tahun

PROFIL ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA
Aerla Ayustata Dias, S.Pd., Gr.
Guru Profesional  |  Berintegritas  |  Terus Berkembang
Lulus MTs Negeri 2012  •  Lulusan Terbaik PGMI  •  IPK 3,87  •  Cumlaude

Ada mahasiswa yang cepat lulus, ada yang nilainya tinggi, ada pula yang menjadi lulusan terbaik. Jarang sekali satu orang membawa ketiganya sekaligus. Aerla Ayustata Dias, S.Pd., Gr., alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga yang lulus pada tahun 2012, membawa semuanya: lulusan terbaik Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,87, predikat cumlaude, dan masa studi hanya 3,5 tahun.

Bagi murid MTs Negeri Salatiga yang sedang belajar saat ini, data-data tersebut bukan sekadar hiasan nama, tapi memperlihatkan bahwa seorang alumni madrasah yang sama dengan Anda pernah menempuh jalur panjang dari ruang kelas MTs Negeri hingga bangku perguruan tinggi, dan menyelesaikannya dengan capaian yang sangat tinggi. Artikel berikut membedah capaian tersebut, lalu menelusuri bagaimana prestasi akademik tersebut berlanjut menjadi pengabdian sebagai guru.

Empat Capaian dalam Satu Kelulusan

3,87
IPK
3,5 tahun
Lama studi
Cumlaude
Predikat
Terbaik
Prodi PGMI

Data Diri Singkat

NamaAerla Ayustata Dias, S.Pd., Gr.
DomisiliTeras, Boyolali
Alumni MTsMTs Negeri Salatiga, lulus tahun 2012
ProfesiGuru PPPK, SD Negeri 1 Teras, Boyolali (2022 sampai sekarang)

Jalur yang Runtut: MTsN, MAN, lalu IAIN

Riwayat pendidikan Aerla tersusun rapi. Ia lulus dari MTs Negeri Salatiga pada tahun 2012, melanjutkan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Salatiga pada tahun 2012 sampai 2015, lalu menempuh Strata 1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1 PGMI) di IAIN Salatiga pada tahun 2015 sampai 2019. Pola yang tampak adalah konsistensi jalur: madrasah, madrasah, kemudian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Tidak ada lompatan arah yang acak.

Hasilnya: fondasi pendidikan yang bersambung dari jenjang MTs hingga sarjana, dan berujung pada capaian akademik yang menonjol.

Membedah IPK 3,87

Perguruan tinggi di Indonesia lazimnya memakai skala IPK 0 sampai 4. Pada skala tersebut, IPK 3,87 setara dengan 96,75 persen dari nilai maksimum (3,87 dibagi 4). Selisihnya dengan nilai sempurna hanya 0,13. Artinya, hampir seluruh mata kuliah selama kuliah diselesaikan dengan nilai sangat tinggi, bukan sekadar beberapa mata kuliah saja.

IPK Aerla
3,87 (96,75%)
IPK Maksimum
4,00 (100%)

Predikat cumlaude mengikuti IPK tersebut. IPK 3,87 sangat tinggi pada skala empat, dan ditambah status lulusan terbaik, capaian Aerla jelas berada di puncak angkatannya di prodi PGMI.

Membedah 3,5 Tahun: Cepat Tanpa Mengorbankan Mutu

Rentang kuliah Aerla tercatat pada tahun 2015 sampai 2019, tetapi lama studinya 3,5 tahun. Program sarjana umumnya dijadwalkan empat tahun atau delapan semester. Dengan 3,5 tahun, Aerla menyelesaikan kuliah dalam tujuh semester, atau memakai 87,5 persen dari waktu yang lazim.

Masa studi lazim S1
4 tahun (8 semester)
Masa studi Aerla
3,5 tahun (7 semester)

Kecepatan dan nilai tinggi biasanya saling menarik ke arah berlawanan. Orang yang mengejar cepat sering mengorbankan nilai, sedangkan yang mengejar nilai sering memperpanjang waktu. Aerla menempuh keduanya sekaligus.

Ringkasan Prestasi Akademik

IndikatorCapaian
Program studiS1 PGMI, IAIN Salatiga
Lama studi3,5 tahun
Status kelulusanLulusan terbaik Prodi PGMI
IPK3,87
PredikatCumlaude
Tahun lulus2019

Dari Prestasi Akademik ke Ruang Kelas

Lulus terbaik tidak otomatis membuka semua pintu, dan perjalanan Aerla setelah wisuda membuktikannya. Pada tahun 2019, ia mendaftar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan belum lulus. Namun, ia tidak berhenti di situ. Pada tahun yang sama, ia mulai mengajar sebagai guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Teras, Boyolali, dan pengabdian tersebut berlangsung sekitar dua tahun, dari 2019 sampai 2021. Hasil seleksi tersebut tidak menjadi penghalang untuk tetap mengabdi sebagai guru.

Kemampuan akademik yang kuat kemudian bertemu dengan kesempatan berikutnya. Pada tahun 2020 Aerla mengikuti seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Mandiri jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Ia menjalani pendidikan sekitar satu tahun dan pada tahun 2021 dinyatakan sebagai Guru Profesional jenjang Sekolah Dasar. Gelar Gr. di belakang nama lazimnya menandai capaian profesi tersebut. Pada tahun yang sama, ia mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan dinyatakan lulus, sehingga sejak tahun 2022 hingga sekarang ia menjadi Guru PPPK di SD Negeri 1 Teras, Boyolali.

Ada satu keselarasan menarik. S1-nya adalah PGMI, yaitu guru untuk madrasah ibtidaiyah, sedangkan PPG-nya mengambil jurusan PGSD untuk sekolah dasar. Urutan tersebut menunjukkan landasan keilmuan yang menjembatani dunia madrasah dan sekolah dasar umum, relevan dengan tempat ia mengabdi sekarang.

Lama Setiap Tahap Belajar dan Mengabdi

MTsN Salatiga (2009–2012)
3 tahun
MAN Salatiga (2012–2015)
3 tahun
S1 PGMI IAIN Salatiga
3,5 tahun
PPG Prajabatan Mandiri
±1 tahun
Guru Honorer SDN 1 Teras
±2 tahun

Dari Lulusan Terbaik hingga Guru PPPK

2019
Lulus S1 PGMI,
IPK 3,87, cumlaude
2019
Mulai mengajar honorer;
CPNS belum lulus
2020–2021
PPG Prajabatan Mandiri PGSD di UNS
2021
Guru Profesional & lulus seleksi PPPK
2022
Guru PPPK
SDN 1 Teras

Linimasa Lengkap 2012–2022

TahunPeristiwa
2012Lulus MTs Negeri Salatiga
2012–2015MAN Salatiga (jenjang Madrasah Aliyah)
2015–2019S1 PGMI IAIN Salatiga: lama studi 3,5 tahun, lulusan terbaik, IPK 3,87, cumlaude
2019Mulai menjadi guru honorer di SD Negeri 1 Teras
2020–2021PPG Prajabatan Mandiri PGSD, Universitas Sebelas Maret Surakarta; Tahun 2021 dinyatakan sebagai Guru Profesional jenjang SD
2021Mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lulus
2022–sekarangGuru PPPK SD Negeri 1 Teras, Boyolali

Keterampilan yang Menyertai Prestasi

KelompokKeterampilan
MengajarPembelajaran aktif dan kreatif; penggunaan media pembelajaran; komunikasi yang baik
MengelolaManajemen kelas; administrasi sekolah; Microsoft Office (Word, Excel, PowerPoint)
Bertumbuh bersamaKerja sama tim; adaptif dan mudah belajar

Keterampilan "adaptif dan mudah belajar" selaras dengan capaian akademiknya. Orang yang menamatkan S1 dengan IPK 3,87 dalam 3,5 tahun, lalu menjalani PPG dan seleksi PPPK, memang dituntut cepat mempelajari hal baru.

Tujuan, Harapan, dan Motto

"Dengan pengalaman, ilmu, dan ketulusan hati, saya berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik dalam mendidik, membimbing, dan menginspirasi generasi muda."

Tujuan dan harapan Aerla adalah terus mengembangkan diri, memberikan pembelajaran yang bermakna, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di jenjang Sekolah Dasar. Mottonya: "Guru Hari Ini, Untuk Masa Depan yang Lebih Baik."

Tujuh Pelajaran untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga

1Nilai tinggi dibangun dari jalur yang runtut. MTsN, MAN, lalu perguruan tinggi, semuanya bersambung.
2Mutu dan kecepatan bisa berjalan bersama. IPK 3,87 diraih dalam 3,5 tahun.
3Alumni madrasah bisa menjadi yang terbaik. Aerla lulusan terbaik Prodi PGMI dengan predikat cumlaude.
4Prestasi tidak menjamin jalan tanpa hambatan. CPNS tahun 2019 belum lulus, tetapi ia tetap mengajar.
5Terus tambah kompetensi. Setelah S1, ia menempuh PPG dan menjadi Guru Profesional.
6Coba lagi lewat pintu yang lain. Seleksi PPPK tahun 2021 membuka jalan menuju tahun 2022.
7Ilmu dipakai untuk mengabdi. Prestasi akademik berujung di ruang kelas.

Tanya Jawab Singkat

Siapa Aerla Ayustata Dias? Alumni MTs Negeri Salatiga lulusan tahun 2012 yang kini menjadi Guru PPPK di SD Negeri 1 Teras, Boyolali, bergelar S.Pd., Gr.

Apa prestasi akademiknya? Lulusan terbaik Program Studi (Prodi) PGMI IAIN Salatiga dengan IPK 3,87, predikat cumlaude, masa studi 3,5 tahun, lulus tahun 2019.

Apa yang ia lakukan setelah lulus? Mengajar sebagai guru honorer sejak tahun 2019, mengikuti PPG Prajabatan Mandiri, dinyatakan sebagai Guru Profesional pada tahun 2021, lalu menjadi Guru PPPK sejak tahun 2022.

Prestasi yang Bermuara pada Pengabdian

Kisah Aerla Ayustata Dias memperlihatkan bahwa seorang alumni MTs Negeri Salatiga mampu menembus capaian akademik yang tinggi: IPK 3,87, cumlaude, lulusan terbaik PGMI, dan lulus hanya dalam 3,5 tahun. Lebih penting lagi, prestasi tersebut tidak berhenti sebagai angka di ijazah. Ia membawanya ke ruang kelas, menambah kompetensi lewat PPG, dan kini mengabdi sebagai guru PPPK.

Untuk murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini: kakak alumni Anda pernah duduk di bangku yang sama dan ia membuktikan bahwa belajar sungguh-sungguh dapat membawa seseorang sangat jauh. Seperti motto yang ia pegang, guru hari ini adalah untuk masa depan yang lebih baik dan setiap murid hari ini adalah calon pembuat masa depan itu.

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan "Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?".

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama