DARI DESA JUWET KE PANGGUNG DUNIA: RAHASIA MATEMATIKA DI BALIK "JURUS GOKU" KHOIRUL ANWAR
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana data internet yang
begitu besar bisa berpindah dari satu belahan dunia ke belahan dunia lain hanya
dalam hitungan detik? Saat kita melakukan video call tanpa lag,
atau mengunduh dokumen materi ajar di kelas dengan sangat cepat, ada sebuah
keajaiban teknologi yang bekerja di latar belakang telepon seluler (ponsel)
kita. Menariknya, jantung dari teknologi komunikasi canggih 4G, 5G, hingga
koneksi satelit yang kita nikmati hari ini bukanlah murni buah pikir ilmuwan
Amerika atau Eropa semata.
Ada jejak kecerdasan seorang putra bangsa dari sebuah desa
kecil di Kediri, Jawa Timur, yang namanya kini terukir abadi dalam sejarah
telekomunikasi dunia. Beliau adalah Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng., sosok
ilmuwan yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk
mengguncang dunia dengan kekuatan ilmu pengetahuan.
Masa Kecil yang Bersahaja: Akar dari Sebuah Ketekunan
Khoirul Anwar lahir pada 22 Agustus 1978 di Kediri. Tumbuh
besar di Desa Juwet, kehidupan masa kecilnya jauh dari kemewahan teknologi yang
ia ciptakan sekarang. Sebagai anak seorang petani sederhana, Khoirul belajar
sejak dini tentang arti kerja keras dan ketekunan.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Juwet 2, pendidikan menengah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1
Kunjang, Kediri, kemudian berlanjut ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2
Kediri. Sejak bangku sekolah, kecerdasannya dalam bidang eksakta sudah mulai
terlihat menonjol. Hal inilah yang kemudian mengantarkannya ke salah satu
institusi pendidikan terbaik di Indonesia, yaitu Teknik Elektro, Institut
Teknologi Bandung (ITB).
Di ITB, Khoirul tidak hanya sekadar belajar. Ia menyerap ilmu
dengan rasa lapar akan pengetahuan, hingga akhirnya lulus dengan predikat cum
laude. Gelar sarjana dari ITB hanyalah langkah awal. Petualangan
intelektual sesungguhnya dimulai ketika ia terbang ke Jepang untuk melanjutkan
studi di Nara Institute of Science and Technology (NAIST). Di sanalah,
di laboratorium-laboratorium canggih Jepang, ia mulai merancang masa depan
telekomunikasi dunia.
Inspirasi Tak Terduga: Fisika, Matematika, dan "Genki
Dama"
Salah satu bagian paling unik dari kisah Khoirul Anwar adalah
bagaimana ia mendapatkan inspirasi untuk temuan besarnya. Saat itu, komunitas
ilmuwan dunia sedang menghadapi tantangan besar: bagaimana cara mengirimkan
data dalam jumlah besar dengan sangat cepat, namun tetap hemat energi dan tahan
terhadap gangguan (noise)?.
Secara teknis, komunikasi nirkabel seringkali membutuhkan apa
yang disebut sebagai guard interval atau tenggang waktu pengamanan untuk
mencegah sinyal saling bertabrakan. Namun, penggunaan guard interval tersebut
memakan banyak energi dan spektrum frekuensi, sehingga tidak efisien.
Di tengah kebuntuan tersebut, Khoirul mendapatkan inspirasi
dari sumber yang sangat tidak biasa bagi seorang ilmuwan serius: Anime
Dragon Ball. Ia memperhatikan jurus Genki Dama milik karakter utama,
Goku. Dalam cerita tersebut, Goku mengumpulkan energi kecil dari seluruh alam
semesta, dari pepohonan, hewan, hingga manusia, dan menyatukannya menjadi satu
bola energi raksasa yang sangat kuat.
Khoirul kemudian berpikir secara matematis:
Bagaimana jika prinsip tersebut diterapkan pada sinyal?
Ia mulai merumuskan teknik untuk mengumpulkan energi sinyal
yang tersebar dan tidak teratur agar tetap bisa diterima dengan utuh, bahkan
tanpa memerlukan guard interval (pelindung). Melalui perhitungan
matematika yang rumit dan mendalam, ia berhasil menciptakan teknik transmisi
yang sangat efisien, mampu mengurangi derau, dan sangat hemat penggunaan
spektrum frekuensi.
Temuan tersebut bukan sekadar teori di atas kertas. Karyanya
dipatenkan dan kini diakui secara resmi sebagai standar internasional oleh ITU
(International Telecommunication Union) untuk komunikasi satelit.
Dunia kini mengenal teknik tersebut sebagai salah satu pondasi penting dalam
teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang
digunakan pada sinyal 4G Long Term Evolution (LTE).
Pengakuan Dunia dan Cinta Tanah Air
Berkat kejeniusannya, Khoirul Anwar menerima berbagai
apresiasi internasional. Salah satu yang paling bergengsi adalah penghargaan Young
Scientist Encouragement Award di Taiwan pada tahun 2010. Nama "Anak
Kediri" ini pun harum di panggung sains global.
Meskipun memiliki karier yang sangat gemilang di Jepang, pernah
menjabat sebagai asisten profesor di Japan Advanced Institute of Science and
Technology (JAIST), panggilan hati untuk mengabdi di tanah kelahiran tidak
pernah padam. Khoirul memilih untuk kembali ke Indonesia.
Kini, beliau menjabat sebagai Direktur Center for
Advanced Wireless Technologies (AdWiTech) di Universitas Telkom,
Bandung. Di sana, ia terus membimbing generasi muda Indonesia untuk menjadi
inovator-inovator baru di bidang teknologi nirkabel.
Refleksi untuk Pendidikan Kita: Pelajaran dari Sosok Khoirul
Anwar
Sebagai pendidik, khususnya dalam mata pelajaran matematika,
kisah Khoirul Anwar memberikan kita banyak perspektif berharga yang sejalan
dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan Deep
Learning:
1. Matematika adalah Alat Pemecah
Masalah Nyata
Seringkali murid bertanya,
"Untuk apa kita belajar rumus-rumus ini?" Kisah Khoirul Anwar
menunjukkan bahwa matematika adalah bahasa untuk memahami alam semesta. Dari
sebuah hobi menonton anime, ia mampu mentransformasi imajinasi menjadi rumus
matematika yang mengubah cara dunia berkomunikasi.
2. Kreativitas Bersemi di Mana Saja
Khoirul membuktikan bahwa inspirasi
tidak hanya datang dari buku teks yang tebal, tapi bisa datang dari hal-hal
sederhana di sekitar kita, bahkan dari kartun masa kecil. Tugas kita sebagai
guru adalah menjaga agar rasa ingin tahu (curiosity) murid tetap
menyala.
3. Karakter dan Ketangguhan (Resilience)
Lahir dari keluarga petani di desa
terpencil tidak membuat Khoirul rendah diri. Ia memiliki mentalitas pembelajar
sejati. Hal ini adalah nilai utama dalam KBC: mendidik dengan hati untuk
membentuk karakter yang tangguh dan percaya diri menghadapi kompetisi global.
4. Berbagi dan Mengabdi
Kesuksesan sejati bukanlah seberapa
tinggi jabatan kita di luar negeri, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa
kita berikan untuk bangsa sendiri. Keputusan beliau untuk pulang ke Indonesia
adalah teladan integritas bagi kita semua.
Menanam Benih "Khoirul Anwar" Baru di Kelas Kita
Kisah Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng. adalah bukti nyata
bahwa anak-anak dari desa atau dari latar belakang ekonomi apa pun, memiliki
potensi yang sama untuk melampaui standar negara-negara maju. Lain kali, saat
kita atau murid kita melakukan panggilan video dengan lancar, ingatlah ada
peran besar dari "Genki Dama" racikan ilmuwan asal Kediri di dalamnya.
Mari kita jadikan inspirasi tersebut sebagai pemantik semangat di ruang-ruang kelas kita. Mari kita yakinkan setiap murid bahwa dengan matematika, dengan kerja keras, dan dengan cinta pada ilmu pengetahuan, mereka pun bisa mengguncang dunia.
Semoga menginspirasi...
Salam Matematika, Salam Pendidikan Berbasis Cinta.
Sumber referensi utama: Wikipedia bahasa Indonesia profil Khoirul Anwar.

Posting Komentar untuk "DARI DESA JUWET KE PANGGUNG DUNIA: RAHASIA MATEMATIKA DI BALIK "JURUS GOKU" KHOIRUL ANWAR"
Posting Komentar