FATIMATUZ ZAHROK, AMG: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA (LULUS 2009), DARI PENGETIK HINGGA ASN PPPK NUTRISIONIS RSUD KOTA SALATIGA PENGANTAR 3 KALI AKREDITASI PARIPURNA
|
PROFIL ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA
Dari Pengetik hingga ASN PPPK Nutrisionis
Dari pengetik hingga ASN PPPK Nutrisionis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Salatiga, pengantar 3 kali Akreditasi PARIPURNA |
Bayangkan seorang lulusan baru Diploma 3 (D3) duduk di depan komputer, mengetik dokumen demi dokumen untuk akreditasi rumah sakit. Tidak ada jabatan mentereng. Tidak ada gelar yang bikin orang terpana. Namun dari meja pengetik itulah, pelan-pelan, lahir seorang Sekretaris Akreditasi, Ahli Gizi, Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK), sampai Sekretaris Komite di RSUD Kota Salatiga. Itulah kisah FATIMATUZ ZAHROK, AMG, alumni MTs Negeri Salatiga lulusan tahun 2009.
Awal langkahnya sebagai pengetik pun tidak biasa: bukan dari lowongan kerja, melainkan dari sebuah siaran radio. Kalau kamu murid Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Salatiga yang sedang bertanya-tanya apakah masa depanmu masih bisa cerah saat rencana pertamamu belum berjalan mulus, tulisan ini memang disiapkan untukmu.
📋 Data Alumni
| Nama | Fatimatuz Zahrok, AMG (Ahli Madya Gizi) |
| Status | Alumni MTs Negeri Salatiga, lulus tahun 2009 |
| Profesi saat ini | ASN PPPK, Nutrisionis di RSUD Kota Salatiga |
| Pendidikan | MTs Negeri Salatiga (2009) ➜ SMA Negeri 3 Salatiga (2012) ➜ D3 Gizi Universitas Muhammadiyah Surakarta/UMS (2015) |
| Awal kerja | Juli 2015, pegawai kontrak pengetik komputer di RSUD Salatiga |
| Jabatan organisasi | Sekretaris Komite Tenaga Kesehatan Lain (KTKL) RSUD Kota Salatiga; pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Salatiga |
2009 Lulus MTs Negeri Salatiga | 2015 Lulus D3 Gizi UMS | 3 × Akreditasi RSUD berhasil PARIPURNA | 2022 ASN PPPK |
🕌 1. Berangkat dari Madrasah: Bekal yang Dibawa ke Mana-mana
Fatimatuz Zahrok menyampaikan pandangannya tentang madrasah. Menurutnya, belajar di lingkungan yang erat dengan agama menumbuhkan akhlak dan budi pekerti yang baik. Ia senang belajar di MTs Negeri Salatiga karena bekal ilmu agama membuatnya lebih mengerti makna hidup, punya tujuan hidup, dan sadar bahwa hidup bukan hanya untuk dunia.
Ia mengakui bahwa madrasah adalah fondasi, sedangkan ijazah dan jabatan adalah bangunan yang berdiri di atasnya. Setelah lulus MTs Negeri Salatiga pada tahun 2009, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Salatiga dan lulus pada tahun 2012.
🚪 2. Memilih dan Menemukan Jalan Terbaik
Perjalanan pendidikan Fatimatuz Zahrok tidak selalu mulus. Pada satu titik, ia mengira akan tertinggal dari teman-teman yang sudah lebih dulu lolos ke jalur yang mereka incar. Ia lalu memilih kuliah di perguruan tinggi swasta yang saat itu hanya menyisakan jurusan Gizi. Hasilnya ia ceritakan dengan jujur: ia merasa keliru karena dulu mengira itu nasib buruk, padahal justru itulah jalan hidup terbaik yang Allah pilihkan.
Perhatikan kejujuran kalimat tersebut. Ia tidak mengaku Gizi adalah cita-cita sejak kecil. Ia mengaku Gizi adalah pilihan yang tersisa. Pelajaran bagi murid: pilihan yang awalnya terasa kurang ideal belum tentu pilihan yang buruk. Banyak orang baru menyadari nilai sebuah jalan setelah berjalan di atasnya cukup lama. Ia kemudian lulus dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada bulan Agustus 2015 dengan gelar Ahli Madya Gizi (AMG).
📻 3. Cerita Radio Suara Salatiga: Dari Mendengar, Menyapa, lalu Dipercaya
Bagian paling unik dari Fatimatuz Zahrok adalah awal karier di RSUD Salatiga. Rangkaian kejadiannya bisa kita lihat pada tabel berikut.
| Langkah | Kejadian | Hikmah yang bisa dipetik |
|---|---|---|
| 1 | Saat kuliah, ia pernah Praktik Kerja Lapangan (PKL) di RSUD Salatiga dan mengenal Kepala Instalasi Gizi. | Kesan baik saat praktik bisa menjadi pintu di kemudian hari. |
| 2 | Ia mendengarkan Radio Suara Salatiga dan hafal suara narasumber, yang ternyata beliau. | Perhatian pada hal kecil membuka peluang. |
| 3 | Ia mengirim WhatsApp (WA) bahwa ia mendengar suara beliau; saat itu juga namanya disebut di radio. | Keberanian menyapa itu murah, tetapi dampaknya bisa besar. |
| 4 | Ia diminta membantu sebagai pengetik di Instalasi Gizi karena RSUD akan menghadapi akreditasi. | Tawaran sederhana adalah titik awal, bukan kasta rendah. |
| 5 | Beberapa bulan kemudian ia dikenalkan kepada Sekretaris Akreditasi RS yang sedang mencari anggota. | Kinerja yang baik mengundang kepercayaan berikutnya. |
| 6 | Ia dikenalkan kepada Direktur dan manajemen, mendapat Surat Keputusan (SK) Sekretariat Akreditasi RS, dan menerima gaji pertama sebelum wisuda. | Kepercayaan tumbuh bertahap, dari orang ke orang. |
Kalau diringkas, ada tiga modal di sana: hubungan baik (PKL yang meninggalkan kesan), perhatian (mendengarkan dan mengenali suara), dan keberanian (mengirim pesan). Tidak satu pun membutuhkan uang atau koneksi istimewa. Pantas jika dalam pesannya ia menulis bahwa rezeki bisa datang dari siaran radio dan dari keberanian untuk menyapa.
⌨️ 4. Dari Pengetik ke Sekretaris Akreditasi
Pada bulan Juli 2015, Fatimatuz Zahrok mulai bekerja di RSUD Salatiga sebagai pegawai kontrak pengetik komputer dan terus berstatus pengetik hingga Akreditasi tahun 2016 selesai. Di sela tugas sebagai sekretariat akreditasi, malam harinya ia juga bekerja sebagai Asisten Dokter Gigi di Salatiga selama satu tahun dan berhenti setelah menikah. Jadi, jauh sebelum menjadi ASN, ia sudah terbiasa membagi tenaga untuk dua pekerjaan.
Hasil kerja kerasnya terlihat pada akreditasi rumah sakit. Pada tahun 2016 ia mengantarkan RSUD Salatiga meraih akreditasi versi Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan hasil PARIPURNA. Setelah itu, ia melanjutkan pengabdian sebagai Tenaga Administrasi RS berstatus kontrak (2016–2019) dan menjabat Sekretaris Akreditasi sejak tahun 2016 hingga 2022.
| Tahun | Lembaga Akreditasi | Hasil | Peristiwa lain pada tahun yang sama |
|---|---|---|---|
| 2016 | KARS | PARIPURNA | Ia berstatus pegawai kontrak; menjadi Sekretaris Akreditasi (2016–2022) |
| 2019 | Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS) | PARIPURNA | Ia lolos menjadi Ahli Gizi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) |
| 2022 | LARS | PARIPURNA | Ia lolos PPPK Ahli Gizi dan resmi menjadi ASN |
Tiga akreditasi PARIPURNA dan momen karier yang berdekatan dengannya
Ada pola menarik: dua kenaikan status kariernya, yaitu Ahli Gizi BLUD (2019) dan ASN PPPK (2022), jatuh pada tahun yang sama dengan akreditasi LARS. Pola tersebut tidak membuktikan hubungan sebab-akibat, tetapi menunjukkan bahwa kerja di balik layar yang konsisten berjalan beriringan dengan statusnya yang naik.
📈 5. Perjalanan Karier dan Pengabdian
Dari diagram tersebut terlihat bahwa Fatimatuz Zahrok tidak pindah-pindah tempat, tetapi naik tingkat di tempat yang sama. Sejak bulan Juli 2015, ia tetap berada di lingkungan RSUD dan statusnya bergerak dari pengetik kontrak, tenaga administrasi, Ahli Gizi BLUD, hingga ASN PPPK. Dari lulus MTs pada tahun 2009 sampai resmi menjadi ASN pada tahun 2022, butuh waktu selama 13 tahun. Sejak bulan Juli 2015 hingga ASN, butuh waktu sekitar 7 tahun. Prosesnya panjang dan justru perjuangannya itulah yang patut untuk ditiru.
🥗 6. Menjadi Ahli Gizi lalu ASN PPPK
Pada tahun 2019 dibuka lowongan pegawai BLUD untuk Ahli Gizi. Fatimatuz Zahrok diterima dan resmi masuk sebagai Ahli Gizi di RSUD Salatiga. Tiga tahun kemudian, 2022, ia lolos PPPK Ahli Gizi dan resmi menjadi ASN PPPK di RSUD Kota Salatiga sampai sekarang. Profesinya kini tertulis sebagai Nutrisionis. Jurusan yang dulu hanya menjadi “sisa pilihan” itu pada akhirnya menjadi pintu menuju status ASN. Di sinilah kalimatnya tentang jalan terbaik yang Allah pilihkan terasa nyata.
🤝 7. Pengabdian Profesi: Dipercaya Memegang Amanah
| Organisasi | Peran | Periode |
|---|---|---|
| Komite Tenaga Kesehatan Lain (KTKL) RSUD Kota Salatiga | Sekretaris Komite | 2025 dan 2026–2029 |
| KTKL RSUD Kota Salatiga | Pengurus Sub Komite Kredensial | 2023–2026 |
| PERSAGI DPC Kota Salatiga | Pengurus Bidang Pembinaan Profesi dan Diklat | 1 Juli 2022–2026 |
| PERSAGI DPC Kota Salatiga | Anggota aktif | 2019–sekarang |
| AsDI (Association Dietisien Indonesia) | Anggota aktif | 2019–sekarang |
| Sekretariat Akreditasi RSUD Salatiga | Sekretaris Akreditasi | 2016–2022 |
Jejak organisasi dan pengabdian profesi.
Peran sekretaris muncul dua kali: Sekretaris Akreditasi dulu, Sekretaris Komite sekarang. Kita bisa membacanya sebagai tanda bahwa ketelitian mengurus dokumen yang dimulai dari tugas mengetik, berkembang menjadi kepercayaan untuk memegang administrasi lembaga.
🎯 8. Pesan untuk Murid-Murid MTs Negeri Salatiga
Fatimatuz Zahrok menulis pesan langsung untuk murid-murid MTs Negeri Salatiga saat ini.
| Pesan | Arti | Langkah |
|---|---|---|
| Jangan merasa gagal hanya karena satu pintu tertutup | Satu hasil yang kurang menggembirakan bukan akhir ceritamu. | Tulis satu hal yang bisa dipelajari dari hasil terakhirmu yang belum sesuai harapan. |
| Rezeki bisa datang dari keberanian untuk menyapa | Peluang sering datang lewat hubungan baik. | Sapa dan ucapkan terima kasih kepada satu guru atau kakak alumni. |
| Mulailah dari bawah, jangan gengsi | Tugas sederhana adalah anak tangga pertama. | Ambil satu tugas kecil di kelas dan selesaikan dengan rapi. |
| Bekal agama dan akhlak adalah fondasi | Kecerdasan perlu ditemani adab. | Jaga satu kebiasaan baik: salat tepat waktu atau jujur saat ulangan. |
| Bangga menjadi alumni MTs Negeri Salatiga | Madrasahmu adalah modal, bukan beban. | Ceritakan satu hal yang kamu banggakan dari madrasahmu. |
Dari pesan alumni menjadi aksi murid.
✨ Penutup: Jalan Terbaik Sering Tak Terlihat dari Awal
Dari pengetik hingga ASN PPPK, Fatimatuz Zahrok tidak memulai dari panggung besar. Ia memulai dari meja pengetik, dari pesan WA singkat, dari kesediaan mengerjakan tugas yang oleh sebagian orang dianggap kecil. Namun lihat hasil akhirnya: tiga kali akreditasi PARIPURNA, status ASN PPPK, dan amanah sebagai Sekretaris Komite. Pesannya jelas: mulailah dari mana pun, jaga akhlak, berani menyapa, dan jangan gengsi.
Untuk murid MTs Negeri Salatiga: jika ada pintu yang belum terbuka untukmu, bukan berarti ceritamu selesai. Bisa jadi Allah sedang menyiapkan jalan yang lebih baik dan kamu baru akan menyadarinya nanti. Bangga menjadi alumni MTs Negeri Salatiga!

Posting Komentar untuk "FATIMATUZ ZAHROK, AMG: ALUMNI MTs NEGERI SALATIGA (LULUS 2009), DARI PENGETIK HINGGA ASN PPPK NUTRISIONIS RSUD KOTA SALATIGA PENGANTAR 3 KALI AKREDITASI PARIPURNA"
Posting Komentar