PERCEPATAN MATERI TKA MATEMATIKA SMP MTs PERBANDINGAN 4 (PART E)

Kepala proyek pembangunan gedung aula sekolah memperkirakan dapat menyelesaikan pembangunan selama 48 hari dengan melibatkan 12 orang pekerja. Setelah 18 hari pengerjaan, pembangunan dihentikan selama 6 hari karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk meneruskan pekerjaan. Jika pekerjaan tersebut harus tetap selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan semula, maka banyak tambahan pekerja ketika memulai kembali pembangunan adalah ....

(Pilihan Ganda)

A. 2 orang

B. 3 orang

C. 5 orang

D. 15 orang

ALTERNATIF PENYELESAIAN

Metode Sisa Hari

1. Analisis Sisa Waktu Normal

Awalnya, proyek direncanakan selesai dalam 48 hari oleh 12 pekerja.

Setelah dikerjakan 18 hari, sisa waktu normal adalah:

48 − 18 = 30

Sisa waktu normal adalah 30 hari.

Artinya: Jika tidak ada kendala, 12 pekerja bisa menyelesaikan sisa pekerjaan dalam 30 hari.

2. Analisis Sisa Waktu Tersisa (Akibat Libur)

Pekerjaan terhenti selama 6 hari. 

Sehingga,

waktu yang benar-benar tersisa untuk bekerja adalah:

30 − 6 = 24

Jika pekerjaan terhenti selama 6 hari, maka waktu yang benar-benar tersisa untuk bekerja adalah 24 hari.

3. Perbandingan Berbalik Nilai

Kita gunakan logika: 

jika waktu semakin sempit, maka pekerja harus semakin banyak.

30 hari → 12 pekerja

24 hari → x pekerja

24 : 30 = 12 : x

⇔ 12 : 15 = 12 : x

⇔ x = 15

4. Menghitung Tambahan Pekerja

Total pekerja yang dibutuhkan adalah 15 orang.

Karena sudah ada 12 orang pekerja, sehingga banyak tambahan pekerjanyanya:

15 − 12 = 3

Jadi, banyak tambahan pekerja ketika memulai kembali pembangunan adalah 3 orang.

(Pilihan Jawaban B BENAR).

Tips Cepat untuk Murid ("Trik Mantap"):

Gunakan rumus praktis untuk soal tipe "pekerjaan terhenti" seperti ini:

Tambahan Pekerja

= (Lama Libur × Banyak Pekerja Awal) : Hari Tersisa

Misalnya soal tersebut dikerjakan dengan rumus:

Tambahan Pekerja

= (6 × 12) : 24

= (1 × 12) : 4

= 12 : 4

= 3

Jadi, banyak tambahan pekerja ketika memulai kembali pembangunan adalah 3 orang.

Miftah Syarifuddin

Miftah Syarifuddin, anak ketiga dari 3 (tiga) bersaudara, lahir di Kab. Semarang, 24 Maret 1978. Ditetapkan sebagai Guru Matematika di Madrasah Ts anawiyah Negeri Salatiga sejak tahun 2003. Pendidikan dasar ditempuh di Madrasah Ibtidaiyah Pabelan, Kab. Semarang (1984 – 1989). Pendidikan menengah ditempuh di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Salatiga (1989 – 1992) dan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Salatiga (1992 – 1995). Gelar Sarjana Sains (S.Si.) bidang Matematika diperoleh di Universitas Diponegoro Semarang (1995 – 2001). Gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) bidang Pendidikan Matematika diperoleh di Universitas Negeri Surabaya (2015 – 2017) melalui Program Beasiswa yang diadakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Beberapa judul buku yang pernah ditulis adalah “Algebraic Reasoning: Pendekatan Smart dalam Model Problem Based Learning”, “Conceptual Thinking: Proses Hebat dalam Problem Solving Matematika”, dan Procedural Thinking vs Conceptual Thinking dalam Matematika: Which One to Win?.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama